SuaraJakarta.id - Banjir di TPU Karet Bivak sudah surut. TPU Karet Bivak banjir karena hujan.
Hal itu dikatakan Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Mila Ananda. Dia memastikan genangan yang sempat merendam tiga blok di TPU Karet Bivak pada Minggu (7/2/2021) pagi sudah surut.
"Alhamdulillah kemarin menjelang Maghrib genangan sudah surut," ujar Mila saat dikonfirmasi, Senin.
Mila mengharapkan ke depannya ada solusi jangka panjang untuk penanganan genangan di TPU Karet Bivak jika hujan lebat kembali terjadi dan berpotensi menciptakan genangan kembali.
Baca Juga:TPU Karet Bivak Terendam Banjir
"Kita mungkin bisa perdalam embung yang dekat dengan TPU, nanti dikoordinasikan dengan Suku Dinas SDA ya," kata Mila.
Pada Minggu (7/2) sempat terjadi genangan di TPU Karet Bivak setinggi 30 sentimeter (cm) akibat hujan lebat dengan durasi yang cukup lama pada malam minggu.
Sembilan unit tangki penyedot yang berasal dari Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat serta Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat diturunkan untuk menanggulangi genangan itu.
Genangan terjadi akibat posisi makam yaitu blok 15, 16, dan 17 memiliki posisi lebih rendah dari jalan utama dan saluran air sehingga genangan tidak dapat dihindari dengan intensitas hujan yang lebat dan durasi yang lama.
karena La Nina
Baca Juga:Diguyur Hujan Lebat, TPU Karet Bivak Kebanjiran
BMKG menyatakan hujan ekstrem di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah karena fenomena La Nina. Keempat daerah itu masuk dalam kategoris siaga dengan adanya potensi hujan lebat yang dapat berdampak dengan terjadinya banjir atau bandang dalam periode 8-9 Februari.