“Artidjo Alkostar adalah hakim agung yang dijuluki algojo oleh para koruptor. Dia tak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada para koruptor tanpa peduli pada peta kekuatan dan back up politik. Dulu almarhum adalah dosen di Fakultas Hukum UII Yogya yang juga jadi pengacara. Selama jadi pengacara dikenal lurus,” tweet Mahfud.
Mahfud mengisahkan sosok Artidjo Alkostar pulalah yang menginspirasinya untuk menjadi dosen dan aktivis.
“Tahun 1978 Artidjo menjadi dosen saya di FH-UII. Dia juga yang menginspirasi saya menjadi dosen dan menjadi aktivis penegakan hukum dan demokrasi. Pada 1990/1991 saya dan Mas Artidjo sama-sama pernah menjadi visiting scholar (academic researcher) di Columbia University, New York. RIP, Mas Ar,” pungkasnya.
Sekilas Artidjo Alkostar
Baca Juga:Wafat, Hakim Artidjo Alkostar Dijuluki Algojo yang Ditakuti Para Koruptor
Lahir di Situbondo, Artidjo Alkostar merupakan anak pasangan yang berasal dari Sumenep, Madura. Ia menamatkan pendidikan SMA di Asem Bagus, Situbondo, Jawa Timur.
Gelar Sarjana Hukum (SH) diraih Artidjo setelah menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada tahun 1976.
Ia kemudian melanjutkan kuliah dan meraih gelar magister (LLM) di Universitas Northwestern, Chicago, Amerika Serikat pada tahun 2002.
Di Northwestern tersebut, Artidjo menulis disertasi mengenai pengadilan hak asasi manusia dalam sistem peradilan di Indonesia.
Ia juga pernah menempuh pelatihan pengacara hak asasi manusia di Universitas Columbia selama enam bulan.
Baca Juga:Innalillahi! Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Tutup Usia Hari Ini
Artidjo Alkostar melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Diponegoro Semarang dan mendapatkan gelar Doktor Ilmu Hukum pada 2007.