Peledakan dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di Condet, Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kekinian, kata Fadil, Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami ada atau tidaknya keterkaitan kelompok terduga teroris Bekasi-Condet ini dengan aksi bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.
Termasuk mendalami keterlibatan dengan organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI).
Sebab, dalam penggerebekan itu, Densus 88 menyita sejumlah barang bukti, yang diantaranya baju bertuliskan Front Pembela Islam (FPI) dan Alumni 212.
Baca Juga:Densus Tangkap 4 Teroris Bekasi-Condet, 5 Bom Aktif Diledakkan
"Apakah kelompok Jakarta ini ada kaitan dengan JAD yang ada di Gereja Katedral Makassar, saya kira terlalu dini bagi kami menyimpulkan," katanya.

Penangkapan Terduga Teroris
Densus 88 Antiteror Polri sebelumnya menangkap empat terduga teroris di Condet dan Bekasi. Lima bom aktif berhasil diamankan dari operasi penangkapan tersebut.
Ketiga terduga teroris di antaranya ditangkap di Desa Sukasari, Cibarusah, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mereka, yakni ZA (37), BS (43), dan AJ (46).
Sedangkan, satu terduga teroris lainnya berinisial yakni HH alias Husein Hasny ditangkap di Condet, Jakarta Timur. Dia merupakan eks Wakil Ketua Bidang Jihad Front Pembela Islam (FPI).
Baca Juga:Kapolda Irjen Fadil Ungkap Peran Husein Hasny dalam Jaringan Teroris