Meski Peringatan Paskah ini merupakan hari besar, namun tak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh pihaknya. Terlebih, saat ini masih dalam pandemi Covid-19.
"Sebenarnya ini perayaan besar untuk umat katolik. Tetapi persiapannya ya seperti hari minggu biasa karena masa pandemi dan tidak ada yang khusus kecuali beberapa dekorasi yang hubungannya dengan tema Paskah 'Semakin mengasihia, semakin terlibat dan semakin menjadi berkat'," papar Hartapa.
Pihaknya pun membatasi umat yang datang untuk melaksanakan Misa Paskah. Yakni maksimal 300 orang dari kapasitas situasi normal yang bisa mencapai hingga 2.000 orang. Sedangkan tempat duduk umat yang beribadah akan dibatasi dengan diatur jaraknya.
"Umat yang akan melaksanakan Misa Paskah harus membawa undangan pendaftaran yang dilakukan secara online di hari sebelumnya. Jumlah umat yang ibadah dibatasi 300 orang ditambah 50 orang pengurus dan pegawai," bebernya.
Baca Juga:Gereja di Bandar Lampung Batasi Jumlah Jemaat pada Ibadah Jumat Agung
Selain pembatasan jumlah jemaat, umat yang ibadah Misa Paskah langsung juga dibatasi usianya. Mulai dari usia 18-59 tahun dan harus dalam keadaan sehat.
"Jadi lansia, ibu hamil dan orang dengan suhu tubuh tinggi dan orang berkebutuhan khusus tak diperkenankan melaksanakan Misa Paskah langsung di gereja, tapi mengikuti secara online," pungkasnya.
Pantauan SuaraJakarta.id di lokasi, sejumlah umat kini mulai berdatangan. Akses pintu masuk dibuat satu pintu yang dijaga oleh empat satpam.
Sebelum masuk ke Gereja Santo Laurensius Tangsel, mereka harus mengecek suhu tubuh dan melewati lorong penyemprotan disinfektan.
Gereja Katolik Santo Laurensius menyiapkan pendeteksi logam untuk jemaat yang ingin masuk beribadah.
Baca Juga:Pandemi Penjagaan Ketat, Gereja Santo Antonius Kotabaru Siap Ibadah Paskah
Pintu masuk yang dibuat satu pintu di gerbang sebelah kanan gereja itu tampak berjaga sejumlah petugas dan satpam. Terlihat, ada dua orang satpam yang memegang metal.