"Saya disuruh milih gambar ularnya, pas saya tunjuk katanya ular yang gigit saya ular kobra. Setelah ngegigit, ularnya langsung saya buang," paparnya.
Beruntungnya, usai mendapat suntik antibiotik, terkini Faisal merasa baik-baik saja. Sedangkan tangan yang bekas gigitan kobra itu mulai muncul ruam-ruam merah.
"Sampai saat ini baik-baik aja setelah disuntik antibiotik. Kata dokternya sih kalau nanti malam terasa menggigil harus berobat lagi," katanya sambil menunjuk bekas gigitan kobra.
![Faisal Rahman menunjukkan bekas patokan ular kobra saat ditemui di kediamannya di Perumahan Kluster New Paradiso, Kecamatan Ciputat, Tangsel, Jumat (2/4/2021). [Suara.com/Wivy]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/02/34622-korban-gigitan-ular-kobra-di-tangsel.jpg)
Mengejutkannya, Faisal mengaku, teror ular kobra itu bukan kali pertama. Ia sudah tiga kali mendapati ular kobra di dalam rumahnya.
Baca Juga:Satpam SMPN 11 Tangsel Wafat Usai Vaksinasi, Ini Klarifikasi Pihak Sekolah
Meski terlihat seperti anak kobra, tetapi membuat dia dan keluarganya khawatir.
"Ini sudah yang ketiga kalinya. Tetapi keliatannya semuanya anak-anak kobra. Induknya sampai sekarang dicari-cari nggak pernah ketemu. Khawatir ada induknya bersarang dan nyerang warga lainnya," ungkapnya.
Untuk diketahui, rumah Faisal hanya berjarak sekira 900 meter dari kantor Wali Kota Tangsel.
Pria 40 tahun itu menduga, ular kobra yang meneror dirinya itu berasal dari lahan belakang perumahan yang masih semak belukar dan dekat dengan aliran kali.
"Itu belakang perumahan masih lahan kosong dan semak belukar. Kemungkinan munculnya dari sana," pungkasnya.
Baca Juga:Ular Kobra Masuk Rumah Warga, Sudah Dicari-cari Tetap Tak Ketemu
Terpisah, Sri Budiana mengaku, pernah mendapat teror dari ular kobra di warung kelontong tempatnya berjualan.