alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Trending di Google, Ini Profil Sunan Ampel dan Konsep Dakwah Moh Limo

Rizki Nurmansyah Senin, 05 April 2021 | 13:52 WIB

Trending di Google, Ini Profil Sunan Ampel dan Konsep Dakwah Moh Limo
Sunan Ampel atau Raden Rahmat, salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa. (Youtube Al-Buton)

Sunan Ampel dikenal dengan dakwahnya yang singkat dan cepat dan menganut konsep 'Moh Limo'.

"Insya Allah Surabaya akan menjadi kota yang baldatun warobbun ghafur apabila kita bekerjasama, karena doa panjenengan semuanya. Surabaya bisa menjadi kota yang penuh berkah," pungkas Eri.

Wali Songo. (Youtube Al-Buton)
Wali Songo. (Youtube Al-Buton)

Wali Songo

Sunan Ampel merupakan salah satu wali songo yang turut berkontribusi besar dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.

Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau Raden Rahmat. Ia putra dari Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Ziarah Makam Sunan Giri Mulai Ramai

Sunan Ampel merupakan pencetus Kerajaan Islam pertama di Jawa dan turut membantu pembangunan Masjid Agung Demak. Berikut ini sejarah singkat Sunan Ampel.

Profil Sunan Ampel

Sunan Ampel lahir di Champa, pada 1401. Ia adalah keponakan dari Raja Majapahit. Dalam buku berjudul 'Sunan Ampel (Raden Rahmad)' oleh Yoyok Rahayu Basuki, kakak dari ibu Sunan Ampel bernama Dewi Sasmitraputri yakni seorang permaisuri Prabu Kertawijaya atau Brawijaya.

Di tahun 1443, Sunan Ampel bersama saudaranya, Ali Musada dan sepupunya Raden Burereh menginjakkan kaki di Pulau Jawa dan menetap di Tuban. Kemudian, ia ke Kerajaan Majapahit untuk menemui bibinya Dewi Sasmitraputri.

Selanjutnya, Sunan Ampel berdakwah menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah Kerajaan Majapahit yang saat itu sedang dalam masa kelam.

Baca Juga: Riset Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel; Islam di Tuban Belum Setua di Gresik

Hal ini karena kehidupan para adipati dan staf kerajaan yang suka bermewah-mewahan dan berpesta sehingga membuat Prabu Brawijaya sedih karena kerajaannya menjadi kacau.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait