alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dishub DKI Pastikan Bus Sekolah yang Beroperasi Bukan Armada Pasien Corona

Erick Tanjung | Yaumal Asri Adi Hutasuhut Kamis, 08 April 2021 | 13:47 WIB

Dishub DKI Pastikan Bus Sekolah yang Beroperasi Bukan Armada Pasien Corona
Bus Sekolah di Jakarta disterilisasi untuk digunakan mengangkut anak sekolah di masa pandemi, Kamis (8/4/2021). [Suara.com/Yaumal]

Intinya masyarakat tidak perlu khawatir. Karena bus yang digunakan ini berbeda dengan armada pasien Covid-19," kata Ali.

SuaraJakarta.id - Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah atau UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ali Murthadho memastikan 50 bus sekolah yang beroperasi saat ini bukan armada yang digunakan untuk pasien Covid-19.

“Intinya masyarakat tidak perlu khawatir. Karena bus yang digunakan ini berbeda dengan armada pasien Covid-19," kata Ali saat ditemui Suara.com di kantor UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kamis (8/4/2021).



Ali mengatakan bis pengangkut pasien Covid-19 memiliki sekat pemisah antara kabin penumpang dengan pengemudi. Sementara untuk armada pengangkut siswa sekolah tidak memiliki sekat

“Kalau yang pasien Covid-19 itu ada sekatnya untuk memisahkan pengemudi dengan kabin penumpang,” jelasnya.

Kemudian untuk pengemudi yang bertugas, bukan sopir armada pengangkut Covid-19.

“Pengemudinya beda, bukan pengemudi yang mengangkut pasien Covid-19,” ujar Ali.

Dia juga memastikan keamanan dan kebersihan bis sekolah yang saat ini beroperasi. Sebelum dan sesudah digunakan, armada dilakukan sterilisasi, yakni penyemprotan disinfektan dan vlogging atau pengasapan.

“Sebelum dan sesudah setelah digunakan kami dekontaminasi, artinya kami sterilkan dulu, dengan cairan disinfektan dan vlogging,” tutur dia.

Di samping itu, kapasitas penumpang hanya 50 persen. Di dalam bis para siswa duduk dengan menerapkan jaga jarak dengan siswa lainnya, disediakan juga hands sanitaizer di pintu masuk.

Kemudian, untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, ada petugas yang berjaga memastikan siswa tidak saling berbicara atau bercanda di dalam bis.

“Kemudian kami juga telah memberikan edukasi kepada awak bis tentang Covid-19. Ada beberapa aturanlah seperti tidak boleh berbicara tidak boleh bercanda. Kami jalankan dengan sebaik-baiknya kami berikan rasa aman dan nyaman bagi para siswa,” kata Ali.

Diketahui pembelajaran tatap muka (PTM) telah dibuka kembali di Jakarta, setidaknya ada 85 sekolah yang mendapatkan izin, dengan jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.

Berbarengan dengan itu, bis sekolah DKI Jakarta juga turut beroperasi kembali, setelah pada massa awal pandemi hingga sekarang sejumlah armadanya diturunkan untuk membantu penanggulangan Covid-19.

Baca Juga: Dokter Spesialis Paru: Pasien Covid-19 Tidak Boleh Puasa, Ini Alasannya

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait