Dibalik Megahnya Masjid Agung Al-Jihad Ciputat, Pernah Jadi Penjara Belanda

"Masjid ini terbaik dan terbesar di Tangsel, orang-orang dari Pondok Aren dan Pamulang itu sholat Jumat-nya di sini."

Rizki Nurmansyah
Kamis, 15 April 2021 | 15:30 WIB
Dibalik Megahnya Masjid Agung Al-Jihad Ciputat, Pernah Jadi Penjara Belanda
Masjid Agung Al-Jihad di Jalan Haji Usman Nomor 1, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel. [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Usai membeli lahan yang di atasnya ada bangunan penjara, Tuan Salim akhirnya membangun musala di sekitar lahan tersebut.

Luas lahannya pun mencapai ribuan meter. Saat itu, lingkungan sekitar masih hutan dan semak belukar.

Tuan Salim kemudian menetap dan menikah dengan perempuan keturunan Tionghoa. Hingga saat ini diketahui masih ada turunannya yakni, H Wowo Ibrahim mantan Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P

Sementara itu, seiring berjalannya waktu, musala yang dibangun Tuan Salim tersebut kemudian direnovasi menjadi Masjid Jami Ciputat sekira 1920-an.

Baca Juga:Ramadhan di Tengah Pandemi, Begini Keluh Pedagang Kolang-kaling di Tangsel

Kemudian berubah nama menjadi Masjid Agung Al-Jihad setelah dikelola oleh Yayasan Masjid Agung Al-Jihad sekira tahun 1999.

Setelah itu, masjid tersebut menjadi satu-satunya masjid terbaik dan terbagus tingkat desa di Provinsi Jawa Barat. Bahkan, masjid tersebut pernah menjadi tempat syuting untuk pembuat video adzan Maghrib stasiun TVRI.

Sejumlah ulama kondang pun pernah memberikan ceramah di sana. Salah satunya almarhum ulama Prof H Adul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka.

Warga tengah menunaikan sholat Dzuhur di Masjid Agung Al-Jihad di Jalan Haji Usman Nomor 1, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel. [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]
Warga tengah menunaikan sholat Dzuhur di Masjid Agung Al-Jihad di Jalan Haji Usman Nomor 1, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel. [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Masjid yang dibangun di atas tanah seluas 3 ribu meter itu pun sempat menjadi pusat bagi umat Islam di Tangerang melaksanakan sholat Jumat.

"Karena masjid ini terbaik dan terbesar di Tangsel, orang-orang dari Pondok Aren dan Pamulang itu sholat Jumat-nya di sini. Ada yang naik becak, ada juga yang naik sepeda," ungkap Syarifuddin.

Baca Juga:Ramadhan, Harga Telur Ayam di Pasar Serpong Naik, Tiap Hari Naik Rp 1.000

Kini letaknya bersebelahan dengan Pasar Ciputat, banyak pedagang yang beristirahat di sana. Terutama saat pelaksanaan sholat Dzuhur. Tak sedikit mereka pun tidur di masjid usai sholat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak