"Banyak yang kebuang. Sudah nggak bagus dipisahin ke keranjang, ada yang dimasukkin ke dalam karung juga. Buat bukti ke bos kalau ada yang nggak layak jual," ungkapnya.
Pria 31 tahun itu menjual timun suri dengan harga beragam sesuai ukuran. Mulai dari Rp 10 ribu untuk ukuran sedang hingga Rp20 ribu untuk ukuran paling besar.
Dia jual bukan per kilogram melainkan per buah. Jika ukurannya lebih kecil, dia jual Rp 15 ribu dua buah.
![Pedagang timun suri menjajakan dagangannya di bulan Ramadhan untuk hidangan buka puasa di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (15/4/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/16/51752-timun-suri-di-serpong-tangsel.jpg)
Untuk menyiasati kerugian, Badrussalam berharap keuntungan dari timun suri yang berukuran besar. Dia pun hanya menjual milik bosnya, bukan menjadi pemilik timun suri.
Baca Juga:Pembagian 300 Takjil Drive Thru di Tangsel, Ludes Dalam Hitungan Menit
Hal itu agar dirinya tetap aman tak menanggung rugi. Ditambah, lapak miliknya hanya gubuk dari terpal. Tanpa dinding kanan-kiri. Sehingga ketika hujan deras sebagian timun surinya ikut kehujanan.
"Yang keluar (terjual) paling 20-30 buah per hari. Sedangkan stok datang terus. Sudah dua kali datang. Hari pertama 150 buah, kemarin 200 buah lagi. Sebelumnya belum habis, sudah ditambahin lagi. Akhirnya numpuk, banyak yang kebuang. Kalau kayak gini, mendingan kuli jualin aja. Kalau beli putus jadi punya kita, nggak berani. Banyak ruginya," paparnya.
Pria asal Rumpin Bogor itu pun membandingkan dengan Ramadhan sebelum ada Covid-19.
Saat itu, kata dia, dihari pertama puasa, timun suri banyak diburu. Satu jam turun dari mobil, sudah habis dibeli.
"Kalau sebelum Covid, hari pertama puasa baru datang langsung habis. Kalau sekarang susah," keluhnya.
Baca Juga:Dibalik Megahnya Masjid Agung Al-Jihad Ciputat, Pernah Jadi Penjara Belanda
Dia pun tak bisa berkutik. Hanya berharap hujan cukup pagi sampai siang. Sehingga sorenya tetap banyak warga yang berburu timun suri untuk buka puasa.