Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh Habib Bahar saat sidang secara virtual, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Surachmat.
Selain itu, dalam sidang kasus penganiayaan sopir taksi daring September 2018 silam itu, Habib Bahar juga mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya merupakan cucu ke-29 Nabi Muhammad SAW.
Hal itu terlontar dari mulutnya setelah menyinggung sikap Nabi Muhammad yang tetap sabar walaupun dihinda dan dicaci maki.
"Beliau (Nabi Muhammad) dihina dan dicaci dimaki dan dilempari kotoran unta, beliau diam. Tetapi kalau selain daripada urusan pribadi, beliau tidak pernah diam. Ada yang mengaku nabi palsu dibunuh oleh beliau," kata dia.
Baca Juga:Habib Bahar Ngaku Cucu ke-29 Nabi Muhammad, Denny: Terus Kenapa? Penting?
![Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/02/28/17001-habib-bahar-sidang.jpg)
Habib Bahar kemudian menceritakan soal pengalaman pribadinya. Dia mengaku beberapa kali mendapat cacian, tetapi tidak membalasnya.
Hal itu diteladani dari Nabi Muhammad SAW yang diakuinya sebagai kakeknya sendiri.
Ketika berada di Singkawang, Habib Bahar menuturkan bahwa dirinya pernah mendapatkan hinaan lewat media sosial.
Namun, dia meminta kepada majelis hakim Singkawang untuk membebaskan orang tersebut.
"Saya sudah memaafkan siapapun yang menghina pribadi saya. Asalkan tidak menghina agama saya," ujarnya dikutip dari Ayobandung.com—jaringan Suara.com.
Baca Juga:Sidang Aniaya Sopir Taksi, Habib Bahar Mengaku Cucu ke-29 Nabi Muhammad SAW
Dalam kesempatan itu lah, Habib Bahar lantas mengeluarkan sepotong pernyataan yang menyebut bahwa dirinya cucu Nabi Muhammad ke-29.