Bambang mengatakan, menurut hasil monitoring BMKG hingga pukul 20.00 WIB terjadi dua kali gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,1 dan 2,9 setelah gempa Blitar dengan magnitudo 5,9.
Berdasarkan data yang sudah masuk ke BMKG, gempa Blitar yang menurut hasil pemodelan tidak berpotensi menimbulkan tsunami itu menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan fasilitas umum dan rumah warga.
Bambang mengimbau warga tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal tahan gempa dan tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Panik dan Berhamburan
Baca Juga:Korban Gempa Blitar M6,2, Warga Wonotirto Terima 12 Luka Jahitan di Kepala
Gempa Blitar pada Jumat malam membuat warga yang merasakan getarannya panik dan berhamburan keluar rumah.
Seperti yang dialami sejumlah warga Kota Kediri.
"Tadi gempanya guncangannya keras sekali. Saya kaget, langsung ke luar rumah," kata Memet, warga Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.
![Cuitan BMKG soal Gempa Blitar, Jawa Timur, Jumat (21/5/2021). [Twitter]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/21/64519-gempa-blitar.jpg)
Diberitakan sebelumnya, gempa bumi menggucang wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Jumat (21/5/2021) pukul 19:09:23 WIB.
Gempa Blitar berkekuatan magnitudo 6,2 sebelum dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,9.
Baca Juga:BMKG Imbau Warga Tak Huni Rumah yang Retak Terdampak Gempa Blitar
Lokasi gempa Blitar pada koordinat 8,63 LS dan 112,34 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 57 km arah Tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada kedalaman 110 km.