Sejarah Menteng Jakarta, Asal Usul Konsep Kota Modern dan Terintegrasi Masa Kini

Pada tahun 1909, ia merancang kantor pusat Nillmij di Jalan Juanda, gedung yang sekarang dipakai oleh asuransi Jiwasraya.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 01 Juni 2021 | 13:02 WIB
Sejarah Menteng Jakarta, Asal Usul Konsep Kota Modern dan Terintegrasi Masa Kini
Sejarah Menteng Jakarta (Encyclopedia Jakarta)
Kemacetan di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). (Suara.com/Ria Rizki)
Kemacetan di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). (Suara.com/Ria Rizki)

Pada tahun 1925, perusahaannya membangun antara lain Logegebouw, kini gedung Bappenas di Taman Suropati. Ghijsels jugalah yang merancang Gereja GPIB Paulus yang berada tepat di samping gedung Bappenas.

Pada era tersebut, mulai dikembangkan juga metode pembangunan Blokkenbouw yang artinya membangun satu blok atau deretan rumah, dimana satu bahkan beberapa jalan yang sejajar dirancang sebagai satu kesatuan yang serasi.

Untuk melihat perkembangan kawasan Menteng dapat memperhatikan Peta Daerah Menteng.

Merupakan peta yang menggambarkan daerah Menteng pada tahun 1874 dan 1923. Peta itu menunjukkan pesatnya perkembangan daerah Menteng setelah dikembangkan sebagai kota taman.

Baca Juga:Gegara Ada Warga Sakit Enggan Berobat, 27 Orang Satu RT di Cipayung Positif Covid-19

Pada awal abad ke-20 daerah Menteng merupakan bagian di selatan Kali Gresik. Bagian utara Kali Gresik disebut dengan Gondangdia.

Di sebelah selatan, Menteng dibatasi oleh rel kereta api trayek "Tanah Abang-Manggarai" dan oleh Kanal Banjir (1919), yang kini disebut Kali Malang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini