Sejarah Masjid Istiqlal Jakarta, Arsiteknya Orang Kristen Bernama Friedrich Silaban

Masjid Istiqlal salah satu masjid terbesar yang ada di kawasan Asia Tenggara. Masjid Istiqlal sudah ada sejak masa kepemimpinan presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Pebriansyah Ariefana
Minggu, 06 Juni 2021 | 09:30 WIB
Sejarah Masjid Istiqlal Jakarta, Arsiteknya Orang Kristen Bernama Friedrich Silaban
Sejumlah aparat keamanan berjaga saat peresmian renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (7/1/2021). [ ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Masjid Istiqlal dalam bahasa Arab memiliki arti "Merdeka", yang melambangkan kemerdekaan dan kejayaan bangsa Indonesia. Pembangunan masjid Istiqlal merupakan wujud atau sebagai ungkapan syukur bahwa bangsa Indonesia dapat bebas dari penjajah.

Masjid Istiqlal mampu menampung sebanyak 200.000 orang jamaah yang terdiri dari:

  • Ruang salat utama dan balkon serta sayap yang memuat 61.000 orang
  • Ruang pada bangunan pendahuluan memuat 8.000 orang
  • Ruang teras terbuka di lantai 2 memuat 50.000 orang
  • Semua koridor dan tempat lainnya memuat 81.000 orang

Diameter kubah bangunan utama masjid 45 meter melambangkan tahun kemerdekaan 1945. Lima lantai pada bangunan masjid melambangkan lima rukun Islam dan Pancasila, sedangkan 12 pilar utama penyangga kubah melambangka tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Warga melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Menara di sudut selatan bangunan utama tingginya 6.666 cm (66,66m) melambangkan jumlah ayat dalam Al Qur'an di ujung menara diberi besi baja yang menjulang ke atas setinggi 30 m sebagai simbol juz dalam Al Qur'an

Baca Juga:10 Sekolah Terbaik di Jakarta Menurut LTMPT

Friedrich Silaban merupakan arsitek yang memenangkan sayembara desain masjid Istiqlal. Friedrich berhasil lolos dari 30 orang yang mendaftar kala itu.

Pada saat itu para peserta hanya boleh mengirim tema rancangannya, dan para juri memilih tema ketuhanan yang tema tersebut merupakan milik Friederich.

Pada saat mengirim karyanya tersebut Friederich tidak mencantumkan namanya.

Kontributor : Kiki Oktaliani

Baca Juga:Jadwal PPDB DKI Jakarta 2021 Terlengkap untuk Jalur Zonasi, Prestasi hingga Anak Guru

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak