alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus COVID-19 di Jakarta Naik, Wagub DKI Ungkap 3 Pemicunya

Rizki Nurmansyah Jum'at, 11 Juni 2021 | 18:35 WIB

Kasus COVID-19 di Jakarta Naik, Wagub DKI Ungkap 3 Pemicunya
Pasien COVID-19 berada di dalam bus sekolah yang dioperasikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang mengantar dari Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (11/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Satgas COVID-19 DKI Jakarta mencatat jumlah kasus COVID-19 hingga Kamis (10/6) mencapai 440.554 kasus.

SuaraJakarta.id - Kasus COVID-19 di Jakarta naik. Salah satunya dipicu karena adanya aktivitas arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kenaikan kasus COVID-19 di Jakarta dalam beberapa terakhir ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

"Kenaikan kasus COVID-19 ini ada beberapa penyebab. Di antaranya ada mudik Lebaran," kata Riza, Jumat (11/6/2021).

Penyebab lainnya, kata Wagub DKI, karena interaksi dan aktivitas masyarakat yang tinggi di dalam dan luar kota maupun warga luar negeri masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Jokowi Lapor Kapolri Soal Pungli di Tanjung Priok, Wagub DKI Peringatkan Bawahannya

"Karena sudah dibuka, yang datang dari luar negeri beberapa minggu terakhir ini," tuturnya dilansir dari Antara.

Abainya sebagian masyarakat hingga kurang taat terhadap protokol kesehatan, disebut Wagub DKI juga jadi salah satu penyebab kasus COVID-19 di Jakarta naik beberapa hari terakhir ini.

Untuk itu, Wagub DKI mengingatkan masyarakat Jakarta bahwa perjuangan melawan pandemi COVID-19 belum berakhir.

Sehingga seluruh elemen masyarakat dan lembaga pemerintah hingga lingkungan Rukun Tetangga, diminta tidak lengah.

Riza menegaskan, pihaknya tidak akan segan menindak pengelola pasar, pusat perbelanjaan, tempat usaha, pabrik atau masyarakat yang melanggar protokol kesehatan karena berpotensi meningkatkan kasus COVID-19.

Baca Juga: Wagub DKI: Mohon Perhatian Bagi Warga Jakarta, Terjadi Peningkatan Keterisian RS

Riza pun mengingatkan warga agar disiplin menjalankan protokol kesehatan karena tingkat keterisian rumah sakit telah mencapai 65 persen akibat perawatan pasien COVID-19.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait