alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lapangan Jakarta International Stadium Gunakan Rumput Hibrida Dari Boyolali

Erick Tanjung Jum'at, 25 Juni 2021 | 19:38 WIB

Lapangan Jakarta International Stadium Gunakan Rumput Hibrida Dari Boyolali
Petugas sarana dan prasarana umum PT Jakarta Propertindo (Perseroda) melakukan perawatan rumput lapangan latih di Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (25/6/2021). [Antara/Perseroda]

"Burung kaki bayam ini nanti kami pelihara. Nantinya juga akan ada kandangnya sekaligus pawangnya di sekitar JIS," kata Nadia.

SuaraJakarta.id - Pengelola Jakarta International Stadium/JIS menggunakan rumput hibrida atau perpaduan antara rumput sintetis dan rumput alami tanpa pestisida, yakni jenis manila (zoysia matrella) asal Boyolali, Jawa Tengah.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Jakarta Propertindo atau Jakpro atau Perseroda, Nadia Diposanjoyo mengatakan perawatan rumput alami itu memanfaatkan burung kaki bayam (himantopus leuchocepalus).

"Burung kaki bayam ini nanti kami pelihara. Nantinya juga akan ada kandangnya sekaligus pawangnya di sekitar JIS," kata Nadia di Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Nadia mengatakan Jakpro berkomitmen menjaga kualitas JIS yang merupakan stadion pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat green building tingkatan platinum, yakni predikat bangunan yang ramah lingkungan level tertinggi melalui langkah tersebut.

Baca Juga: Zona Merah Covid-19, MUI Jateng Minta Masyarakat Lakukan Ibadah dari Rumah

Nantinya, akan ada lima sampai 10 ekor burung kaki bayam yang dipelihara di stadion kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara itu. Selain untuk pemeliharaan alami, tujuannya untuk memastikan rumput alami JIS terbebas dari hama seperti ulat dan serangga.

Standar pemakaian rumput JIS merupakan rekomendasi FIFA. Termasuk mencampur rumput hibrida dan alami hingga komposisi ketebalannya, yakni lima persen rumput sintetis, dan 95 persennya rumput alami dengan jenis zoysia matrella yang didatangkan langsung dari Boyolali, Jawa Tengah.

Menurut Nadia, rumput alami asal Boyolali itu dihasilkan oleh para petani dalam negeri yang sudah pengalaman dan khusus untuk membuat rumput sepak bola.

Selain itu, penggunaan rumput hybrid JIS pun berdasarkan hasil studi banding dengan sejumlah negara yang telah memiliki stadion berstandar FIFA, seperti di Singapura, Inggris, dan Spanyol.

Manfaat lain dari penggunaan rumput hibrida adalah biaya pemeliharaan lebih efektif. Hal tersebut juga merupakan rekomendasi FIFA.

Baca Juga: Hasil Genome Sequencing: Hanya Kudus yang Terpapar Covid-19 Varian Delta

Selain memiliki daya tahan tiga kali lipat dibanding rumput alami, penggunaan rumput hibrida memiliki daya serap air yang baik. Artinya air akan lebih cepat turun hingga lapisan terbawah rumput.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait