Lapangan Jakarta International Stadium Gunakan Rumput Hibrida Dari Boyolali

"Burung kaki bayam ini nanti kami pelihara. Nantinya juga akan ada kandangnya sekaligus pawangnya di sekitar JIS," kata Nadia.

Erick Tanjung
Jum'at, 25 Juni 2021 | 19:38 WIB
Lapangan Jakarta International Stadium Gunakan Rumput Hibrida Dari Boyolali
Petugas sarana dan prasarana umum PT Jakarta Propertindo (Perseroda) melakukan perawatan rumput lapangan latih di Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (25/6/2021). [Antara/Perseroda]

Selain itu, dari sisi penggunaannya, rumput hibrida bisa digunakan dua kali pertandingan sepakbola berskala internasional dalam satu hari.

Keunggulan lainnya, rumput hibrida sangat cocok dengan kondisi iklim pesisir. Hal ini menjadi pertimbangan utama. Sebab, lokasi JIS berada tidak jauh dari pesisir pantai utara Jakarta.

Terlebih lagi, rumput hibrida akan menjadi tren lapangan sepak bola modern di masa depan. Itu sebabnya, Jakpro memilih menggunakan rumput hibrida di JIS.

Selain dua lapangan latih yang sudah siap digunakan pada bulan depan, lapangan utama JIS juga akan menggunakan rumput hibrida.

Baca Juga:Zona Merah Covid-19, MUI Jateng Minta Masyarakat Lakukan Ibadah dari Rumah

Sebagai perbandingan, stadion-stadion di Eropa seperti Allianz Arena Stadium milik klub raksasa Jerman Bayern Munchen, Wanda Metropolitano Stadium di Madrid, Spanyol, hingga Tottenham Hotspur Stadium di London, Inggris juga menggunakan rumput hibrida.

Sementara itu, hingga minggu ke-94 progres pembangunan kontruksi JIS telah mencapai 60,28 persen. Progresnya kini Jakpro dan KSO proyek JIS berhasil melakukan pengangkatan (lifting) rangka atap JIS pada Kamis (17/6) lalu.

Setelah proses pengangkatan rangka atap berhasil dilakukan, proses selanjutnya yakni penyambungan struktur atap pada kepala kolom atau pier head.

Penyambungan dengan menggunakan end truss sebagai adjustment dengan metode pengelasan (welding) di atas stadion. Penyambungan end truss dengan struktur atap kurang lebih memakan waktu pelaksanaan sekitar 14 hari. (Antara)

Baca Juga:Hasil Genome Sequencing: Hanya Kudus yang Terpapar Covid-19 Varian Delta

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini