alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Pungli Karang Taruna Gadungan di Tangsel, Pegawai Warteg: Minta Rp 35 Ribu

Rizki Nurmansyah Rabu, 04 Agustus 2021 | 17:53 WIB

Viral Pungli Karang Taruna Gadungan di Tangsel, Pegawai Warteg: Minta Rp 35 Ribu
Sebuah warteg di Tangsel yang viral di media sosial nyaris menjadi korban pungli oleh oknum mengaku dari Karang Taruna saat ditemui, Rabu (4/8/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Kedua oknum Karang Taruna gadungan memaksa meminta uang Rp 35 ribu untuk acara 17 Agustusan.

SuaraJakarta.id - Aksi pungutan liar (pungli) dilakukan oleh oknum yang mengaku dari Karang Taruna viral di media sosial. Pelaku menyasar warteg hingga penjual martabak di depan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tangerang Selatan (Tangsel).

Windy, pegawai warteg Kharisma Bahari yang hampir menjadi korban pungli tersebut membenarkan, bahwa dirinya dimintai uang sumbangan Rp 35 ribu. Dalihnya untuk kegiatan 17 Agustusan.

Windy menjelaskan, ada dua oknum yang datang, laki-laki dan perempuan. Oknum Karang Taruna gadungan yang masuk ke dalam warteg dan meminta uang merupakan perempuan tomboy. Sementara temannya menunggu di luar di atas motor.

"Masuknya nggak permisi, katanya dari Karang Taruna RT 1 RW 1 minta sumbangan Rp 35 ribu buat acara 17 Agustusan. Dia maksa minta tapi nggak dikasih, nelpon si ibu katanya jangan dikasih," beber Windy.

Baca Juga: Viral Karang Taruna Gadungan Pungli Warteg di Tangsel, Alasannya untuk Agustusan

"Enggak sopan, kaki kirinya naik ke atas bangku. Suara bos saya lewat telpon sengaja di-loudspeaker. Terus, dia pulang dan ngancem mau lapor ke RT RW," ungkapnya.

Pengelola warteg Kharisma Bahari, Septi membenarkan wartegnya didatangi dua orang oknum Karang Taruna gadungan yang meminta uang pada Minggu (1/8/2021).

Dari keterangan pegawainya, kedua oknum Karang Taruna gadungan memaksa meminta uang Rp 35 ribu untuk acara 17 Agustusan.

Lantaran merasa curiga, Septi yang ditelpon oleh pegawainya itu lantas melarang untuk memberikan uang kepada oknum tersebut.

"Waktu itu saya lagi keluar ke Bekasi. Pegawai telpon lalu saya bilang jangan dikasih, sudah curiga," kata Septi kepada SuaraJakarta.id—grup Suara.com—Rabu (4/8/2021).

Baca Juga: PPKM Tangsel Belum Turun ke Level 3, Ini Alasannya

Menurutnya, oknum yang meminta uang Agustusan itu memakai topi biru, sweater hitam dan celana jeans robek-robek.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait