alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Charlotte, Bocah 9 tahun Jadi Yatim Piatu Gegara Corona Ingin Wujudkan Cita Demi Orang Tua

M Nurhadi Sabtu, 07 Agustus 2021 | 13:47 WIB

Charlotte, Bocah 9 tahun Jadi Yatim Piatu Gegara Corona Ingin Wujudkan Cita Demi Orang Tua
Toto Sunarto bersama cucunya Charlotte Michele Verlin Suherman, bocah perempuan 10 tahun jadi yatim piatu usai orangtuanya meninggal diagnosis Covid-19 di Perumahan Reni Jaya, Pamulang, Tangsel. (Suara.com/Wivy)

Kini Charlotte diasuh oleh kakek-neneknya, Toto Sunarto dan Wati Sunarto yang keduanya sudah berusia 73 tahun.

Toto berusaha agar cucunya tak murung usai ditinggal kedua orangtuanya yang wafat lebih dulu. Salah satu caranya dengan diajak latihan berenang.

"Aktivitas sehari-hari sekolah saja, kalau hari Minggu les secara online. Biasanya berenang supaya lupa sama situasi rumahnya, jadi kasih kegiatan saja apa yang dia mau," beber Toto.

Untuk menghidupi istri dan cucunya yang yatim piatu itu, Toto mengandalkan dari hasil penjualan telur. Hasil penjualannya juga tak tentu.

"Ya enggak tentulah, setiap 15 kilo telur untungnya Rp15 ribu. Itu kalau habis sehari, kalau enggak habis ya lumayan saja buat makan kita bertiga," pasrahnya.

Baca Juga: Bupati Sleman Pastikan Siap Jawab Tantang Luhut Naikkan Target Capaian Vaksinasi

Toto bersyukur, lantaran Charlotte termasuk bukan anak yang manja. Anak yatim piatu yang kini duduk di bangku kelas 4 SD itu termasuk penurut.

"Kalau dia minta apa-apa bilang dulu 'mbah maaf ya kalau aku minta ini boleh enggak?' Selalu gitu, kalau kita bilang enggak boleh ya sudah dia enggak maksa. Anaknya tahu diri kok, tahu dia tinggal sama siapa," ungkapnya kagum kepada Charlotte.

Selain mengajak berenang, untuk menghibur saat Charlotte sedih, Toto memperbolehkan cucunya itu memainkan smartphone miliknya dan milik almarhum ayahnya. Bahkan, smartphone ayahnya tak boleh lepas dari genggaman.

"Ya sudah kasih saja hapenya, hapenya dia sama papahnya. Nah hapenya papahnya enggak boleh ketinggalan sama dia. Kalau hapenya dia buat belajar hape papahnya buat main. Yasudah biarin lah buat bahagia," paparnya.

Kini ia tinggal di Perumahan Reni Jaya, Pamulang. Sebelumnya, Charlotte tinggal bersama almarhum kedua orangtuanya di sebuah kontrakan di Gang Salak, Pamulang.

Baca Juga: Peneliti Virus Dari Wuhan: Bersiap Hidup Berdampingan Dengan Virus Dalam Jangka Panjang

Beberapa bulan lalu, bocah perempuan lainnya Aisyah menjadi yatim piatu lantaran ibunya meninggal di dalam kontrakan di kawasan Pamulang. Kini, Aisyah diasuh oleh Kepala Dinas Sosial Wahyunoto Lukman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait