facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wagub DKI: Januari Diharapkan Semua Sekolah Bisa Tatap Muka

Rizki Nurmansyah Jum'at, 27 Agustus 2021 | 16:10 WIB

Wagub DKI: Januari Diharapkan Semua Sekolah Bisa Tatap Muka
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau PTM (pembelajaran tatap muka) di SMKN 2 Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

PTM di Jakarta akan diikuti oleh 610 sekolah mulai Senin (30/8/2021).

SuaraJakarta.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengharapkan seluruh sekolah di Jakarta dapat melaksanakan sekolah tatap muka pada Januari 2022.

"Nanti secara bertahap akan mulai bertambah sampai Januari diharapkan semua sekolah bisa tatap muka," kata Riza saat meninjau sentra vaksinasi KNPI di SMKN 6 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/8/2021).

Tentu, kata Riza, hal tersebut dapat terealisasi apabila semua sekolah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, serta penuh tanggung jawab.

Lebih lanjut, politisi Gerindra itu memastikan bahwa pembelajaran tatap muka atau PTM di Jakarta akan diikuti oleh 610 sekolah mulai Senin (30/8/2021).

Baca Juga: BMKG Prediksi Musim Hujan Datang Lebih Cepat, Begini Langkah Antisipasi Pemprov DKI

"Pembelajaran tatap muka Insyah Allah akan dimulai mulai Senin depan, mulai 610 sekolah yang sebelumnya sudah melaksanakan uji coba," kata dia.

Sebelumnya Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah mengatakan, PTM dilakukan bergantian dengan pembelajaran jarak jauh (daring).

Taga mengatakan pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan setiap Senin, Rabu, dan Jumat.

Sementara pada Selasa dan Kamis, pihak sekolah melaksanakan disinfeksi untuk membersihkan lingkungan sekolah.

"Maksimal kapasitasnya per kelas adalah 50 persen, kemudian durasi belajar maksimal sampai jam 12 siang," kata Taga.

Baca Juga: Jelang Pembukaan Sekolah di DKI, Gubernur Anies Pastikan 85 Persen Guru Telah Divaksin

Taga menyebutkan bahwa pihaknya juga mewajibkan agar para siswa yang belajar di sekolah sudah divaksin COVID-19 dan mendapat persetujuan dari orang tua peserta didik.

"Jadi jika siswa sudah divaksin tapi orang tuanya ragu tidak masalah tetap mengedepankan keselamatan. Sebaliknya, siswa belum vaksin tapi orang tuanya mau, ya tidak bisa," kata dia. [Antara]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait