Kisah Kakak Adik di Tangsel Jualan Bubur Kacang: Singkirkan Malu Demi Biaya Sekolah

Setiap harinya kakak beradik Ferdinand dan Anastasya berjualan bubur kacang hijau keliling dengan berjalan kaki.

Rizki Nurmansyah
Senin, 30 Agustus 2021 | 16:32 WIB
Kisah Kakak Adik di Tangsel Jualan Bubur Kacang: Singkirkan Malu Demi Biaya Sekolah
Ferdinan dan Anastasya remaja kakak beradik berjualan bubur kacang ijo keliling berjalan kaki di sejumlah perumahan di Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

SuaraJakarta.id - Di saat remaja seusianya sibuk menghabiskan waktu luang dengan main bareng game online, Ferdinan Harafenta (14) dan Anastasya (12), justru sibuk jualan bubur kacang hijau keliling.

Alasan kakak beradik itu karena ingin membantu menambah penghasilan bagi orang tua. Dan terutama sekali untuk memenuhi kebutuhan dan biaya sekolah.

Setiap harinya Ferdinand dan Anastasya berjualan bubur kacang hijau keliling dengan berjalan kaki. Jarak yang ditempuh pun cukup jauh.

Keduanya, biasa berangkat berjualan dari rumah kontrakkan mereka di Gang Masjid, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Perumahan Puri Serpong 1 dan 2. Jaraknya kurang lebih 2 kilometer.

Baca Juga:Banyak Orang Tua Mengeluh, PTM Terbatas di Tangsel Ditarget Awal September

Setiap blok yang ada di dua perumahan itu mereka sisir. Bagi warga sekitar, suara keduanya cukup familiar dan khas karena setiap keliling mereka berteriak lantang "Bubur Kacang Ijooo".

Keduanya bejualan mulai dari pukul 14.00-19.00 WIB atau sampai dagangannya habis. Ada 15 bungkus bubur kacang hijau yang mereka jajakan setiap hari. Ukurannya sekira 250 gram dijual dengan harga Rp 8 ribu per bungkus.

Keduanya membagi tugas. Ferdinan berkeliling ke Perumahan Puri Serpong 1, sedangkan Anastasya menyisir di Perumahan Puri Serpong 2, dari panas terik di atas ubun-ubun hingga sang surya tenggelam.

Kadang, keduanya berganti tempat. Setiap berangkat dan pulang selalu bersama, saling menunggu jika salah satu masih berkeliling.

Ferdinan mengaku sudah beberapa tahun jualan bubur kacang hijau keliling. Tekadnya membantu mencari penghasilan untuk orang tua sudah bulat. Sehingga tak lagi merasa malu saat berpapasan dengan teman sebayanya saat berjualan.

Baca Juga:Rumah Ludes Terbakar, Anak Asuh Ashanty: Tolong Bantu Warga di Sini Bunda

"Jualan bubur kacang punya orangtua, buat ngisi waktu aja daripada main. Enggak, enggak malu," kata Ferdinan di sela-sela waktu jualannya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini