alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Daftar 8 Daerah Jakarta Utara Akan Tenggelam Lebih Cepat Tahun 2050

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 03 September 2021 | 10:29 WIB

Daftar 8 Daerah Jakarta Utara Akan Tenggelam Lebih Cepat Tahun 2050
Ilustrasi waspada gelombang tinggi, tanggul Muara Baru, Jakarta. [Antara/Muhammad Adimaja/wsj]

Selanjutnya, kawasan Tanjungan juga di bawah laut sepanjang 2,1 meter, Ancol minus 1,7 meter, Marunda minus 1,3 meter, dan Cilincing minus 1 meter.

SuaraJakarta.id - Daftar daerah Jakarta akan tenggelam lebih cepat tahun 2050. Secara keseluruhan diprediksi Jakarta Utara tenggelam 2060.

Wilayah lainnya di Jakarta Utara ikut terancam tenggelam di tahun 2050. Misalnya, wilayah Kamal Muara diprediksi berada 3 meter di bawah permukaan laut, lalu Pluit di bawah 4,35 meter, dan Gunung Sahari minus 2,9 meter.

Selanjutnya, kawasan Tanjungan juga di bawah laut sepanjang 2,1 meter, Ancol minus 1,7 meter, Marunda minus 1,3 meter, dan Cilincing minus 1 meter.

Prediksi Jakarta Utara tenggelam tahun 2060 berawal dari beberapa daerah yang tenggelam terlebih dulu. Salah satunya Muara Baru.

Baca Juga: Ngeri Jakarta Utara Tenggelam Tahun 2060, Muara Baru 4,6 Meter di Bawah Permukaan Laut

Muara Baru daerah paling di depan kawasan Jakarta Utara. Muara Baru akan tenggelam dengan posisi 4,6 meter di bawah permukaan laut.

Jakarta Utara tenggelam Tahun 2060 berdasarkan prediksi dari Pemprov DKI Jakarta. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal.

Saat ini saja ketinggian Muara Baru sudah berada satu meter di bawah permukaan laut.

"Kalau kota tidak lakukan sesuatu bisa jadi Muara Baru di 2050 minus 4,6 meter di bawah air laut," ujar Yusmada dalam diskuso virtual, Kamis (2/9/2021).

Mengatasi situasi ini, Yusmada menyatakan pihaknya harus melakukan upaya untuk mencegah penurunan tinggi muka tanah semakin parah.

Baca Juga: Kantor Dindikbud Banten Digeledah KPK, Kepala Dindikbud: Saya Tahu dari Media

"Kami berusaha melakukan penataan tanah timbul di sepanjang pesisir, penataan mangrove, dan pembangunan deselerasi air sebagai substitusi air tanah," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait