alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

8 Fakta Terkait Monumen Pancasila Sakti, Saksi Bisu Peristiwa G30S PKI

Rizki Nurmansyah Kamis, 30 September 2021 | 08:05 WIB

8 Fakta Terkait Monumen Pancasila Sakti, Saksi Bisu Peristiwa G30S PKI
Pengunjung berfoto di depan Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Monumen Pancasila Sakti terdiri dari dua area yaitu area outdoor dan area indoor.

SuaraJakarta.id - Mendengar nama Monumen Pancasila Sakti atau Monumen Pahlawan Revolusi, yang ada diingatan kita tentunya terkait kekejaman aksi Gerakan 30 September 1965 yang dimotori Partai Komunis Indonesia (PKI), atau yang lebih dikenal dengan istilah G30SPKI.

Ya di tempat yang berlokasi di wilayah Lubang Buaya, Jakarta Timur, itulah terkuak kelamnya peristiwa G30S PKI. Sebanyak enam jenderal TNI AD dan satu perwira militer menjadi korban dari tragedi berdarah G30S tersebut.

Keenam jenderal tersebut, antara lain Jenderal TNI (Anm) Ahmad Yani, Letjen TNI (Anm) Suprapto, Letjen TNI (Anm) S. Parman, Letjen TNI (Anm) M.T. Hartono, Mayjen TNI (Anm) Sutoyo Siswomiharjo, dan Mayjen TNI (Anm) D.I. Panjaitan.

Satu korban lainnya yang jasadnya ditemukan di kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, tersebut ialah Kapten CZI (Anm) Pierre Tendean yang tak lain merupakan ajudan dari almarhum Jenderal Besar TNI (Purn) AH Nasution.

Baca Juga: 8 Aktor Terlibat Film G30S PKI: Umar Kayam hingga Wawan Wanisar

Jasad para korban dimasukkan ke dalam sebuah sumur yang dikenal dengan sebutan Sumur Maut. Ketujuh korban kekejian PKI itu di kemudian hari mendapat gelar Pahlawan Revolusi. Dan sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, gelar ini diakui juga sebagai Pahlawan Nasional.

Komunitas sepeda onthel bergegas meninggalkan Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Komunitas sepeda onthel bergegas meninggalkan Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Monumen Pancasila Sakti dibangun di atas lahan seluas 14,6 hektar, atas prakarsa Presiden ke-2 RI Soeharto. Dibangun untuk mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi Pancasila dari ancaman ideologi komunis yang diusung PKI.

Monumen Pancasila Sakti terdiri dari dua area yaitu area outdoor dan area indoor. Area outdoor terdiri dari pameran taman, sedangkan area indoor berupa museum dan paseban.

Di area outdoor, tempat yang pertama yang dapat dikunjungi adalah sebuah cungkup yang di dalamnya terdapat Sumur Maut. tempat di mana jenazah para Pahlawan Revolusi dikuburkan.

Sebelum menjadi sebuah museum sejarah, tempat ini merupakan tanah atau kebun kosong yang dijadikan sebagai lokasi pembuangan terakhir para korban G30SPKI.

Baca Juga: Tudingan Gatot TNI Disusupi PKI, Perdebatan Usang yang Harus Ditertibkan

Berikut delapan fakta mengenai Monumen Pancasila Sakti dikutip dari laman Cagar Budaya Kemendikbud:

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait