alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dapat Nasi Kotak Dari PSI, Puluhan Warga Koja Jakarta Utara Keracunan

Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih Senin, 25 Oktober 2021 | 19:15 WIB

Dapat Nasi Kotak Dari PSI, Puluhan Warga Koja Jakarta Utara Keracunan
Ilustrasi--Warga Koja, Jakarta Utara kecarunan makanan setelah makan nasi kotak pemberian politikus PSI. (Suara.com/Fakhri)

"Nasi boks kami dapat 89 boks (dari PSI). Lalu, ada 35 orang yang tercatat di puskesmas didiagnosis keracunan makanan," kata Suratman.

SuaraJakarta.id - Puluhan warga Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara mengalami keracunan makanan. Hal ini terjadi usai mereka memakan nasi kotak pemberian kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ketua RW 06 Koja, Suratman mengatakan sebanyak 35 orang warganya mengalami keracunan. Dalam nasi kotak yang diterima, terdapat logo PSI yang ditempelkan.

"Nasi boks kami dapat 89 boks (dari PSI). Lalu, ada 35 orang yang tercatat di puskesmas didiagnosis keracunan makanan," kata Suratman saat dihubungi, Senin (25/10/2021).

Suratman mengatakan, nasi kotak itu berisi lauk telur, buncis, orek tempe, dan sayur tersebut. Tiga jam setelah dilahap oleh warganya, 35 warga itu mengeluh karena merasa mual.

Baca Juga: Langgar PPKM Level 2, 5 Kafe di PIK Jakarta Utara Disanksi

"Temuan (keracunan) kurang lebih 2 sampai 3 jam baru merasakan gejala mual, muntah, terus puyeng. Itu aja yang dirasakan sama warga" jelasnya.

Dari 35 warga yang mengeluh, sebanyak 24 orang di antaranya dibawa ke Rumah Sakit Koja. Sementara 11 sisanya merasa sudah cukup untuk istirahat di rumah.

Kekinian, sebagian besar sudah diizinkan untuk pulang dari Rumah Sakit dan 5 warga harus menjalani rawat inap.

Suratman menyebut pembagian makanan itu dilakukan secara spontan sebagai bentuk kepedulian kepada warga. Namun kini ia sedang berkoordinasi dengan PSI untuk penanganan lebih lanjut.

"Ini kita lagi klarifikasi, dari pihak PSI juga akan hadir di Balai Warga RW 06 Koja," pungkasnya.

Baca Juga: 77 RPTRA di Jakarta Utara Kembali Dibuka Secara Bertahap

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait