Pemprov DKI Evakuasi Batu Penggilingan Tebu Abad 18 dari Trotoar di Pasar Rebo

"Ini merupakan upaya penyelamatan agar objek lebih terlindungi, karena selama ini berada di trotoar jalan yang rentan rusak," kata Iwan.

Erick Tanjung
Minggu, 31 Oktober 2021 | 21:08 WIB
Pemprov DKI Evakuasi Batu Penggilingan Tebu Abad 18 dari Trotoar di Pasar Rebo
Tim evakuasi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) dari berbagai SKPD DKI Jakarta usai melakukan evakuasi batu penggilingan tebu abad ke-18 setelah melakukan evakuasi objek tersebut ke Balai Budaya Condet pada Sabtu (30/10/2021). (Antara/HO Pemprov DKI Jakarta)

VOC yang menentukan

Tahun 1710 adalah puncak kejayaan produksi gula di Batavia, di mana terdapat 130 pabrik pembuat gula yang dimiliki oleh orang keturunan China, dengan sebagian besar berada di sekitar Sungai Ciliwung.

Namun, setelahnya produksi gula mengalami penurunan yang ditandai dengan berkurangnya pabrik gula. Pada tahun 1738, terdapat 80 pabrik gula; kemudian di tahun 1750, terdapat 66 pabrik gula; lalu, pada tahun 1786, hanya terdapat 44 pabrik gula.

Batu penggilingan biasa disebut warga setempat sebagai batu kiser. Setelah menurunnya produksi tebu di Batavia dan keluarnya orang-orang keturunan China dari Batavia pada tahun 1740, beberapa mulai mendirikan pabrik penggilingan tebu untuk dijadikan gula pasir di wilayah Cakung.

Baca Juga:Selamatkan Aset Sejarah, Pemprov DKI Evakuasi Penggilingan dari Abad ke-18

Asal usul nama Kampung Penggilingan juga disebut berasal dari batu penggilingan tersebut di mana dahulunya, terkenal dengan sebutan Kampung Gula. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini