Lebih lanjut, Sugiono menyebut, pembuatan tandon untuk mengatasi banjir juga menjadi salah satu progran yang digemborkan Benyamin saat kampanye Pilkada Tangsel 2019 silam. Sugiono, sebagai tim sukses memperjuangkan program tersebut.
"Kita membantu beliau itu tujuannya untuk segera (persoalan banjir) ditangani. Saya pikir ini cukup terlambat, nggak tahu sampai di mana. Sudah dianggarkan atau belum," ungkapnya.
Sugiono yang sudah menjabat sebagai RW selama 12 tahun menerangkan, sebelumnya warga Pondok Maharta dibuat resah dengan rencana Wali Kota Tangsel berencana merelokasi seluruh warga yang terdampak banjir di perumahan tersebut.
Program tersebut dinilai tak tepat, lantaran akan menambah masalah baru. Melakukan relokasi, kata Sugiono, tentu membutuhkan modal cukup besar yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membayar ganti untung warga yang direlokasi.
Baca Juga:Detik-Detik Menegangkan Penangkapan Residivis di Tangsel: Keluarga Hadang Pakai Golok
Rencana itu kemudian batal dan disetujui pembuatan tandon. Bahkan, untuk pembuatan tandon, Pemkot Tangsel sudah mendapat lahan dari PT Jaya Real Property sebagai pengembang besar di sana. Lahan yang disiapkan pembuatan tandon itu sekira 9 ribu meter.
"Relokasi itu kan butuh dana yang triliunan, tapi kalo tandon itu sekian miliar lah. Ada pilihan lebih hemat dengan membuat tandon apalagi lahannya sudah diberikan dari pengembang," bebernya.
Kini, dia dan pengurus RW setempat sedang mencari tahu apa penyebab pembangunan tendon belum juga terealisasi. Seiring dengan itu, warga Pondok Maharta harus was-was lantaran saat ini hampir setiap hari hujan turun cukup deras. Beberapa waktu lalu, bahkan sempat banjir hingga 50 sentimeter.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Baca Juga:Pilu! Bocah Tangsel Tewas Tenggelam di Kubangan Proyek Tol Serpong-Balaraja