alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PPKM Level 1, Pengelola: Penumpang di Terminal Lebak Bulus Belum Meningkat

Rizki Nurmansyah Jum'at, 26 November 2021 | 03:05 WIB

PPKM Level 1, Pengelola: Penumpang di Terminal Lebak Bulus Belum Meningkat
Dokumentasi - Penumpang membeli tiket bus di agen penjualan tiket di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (26/4/2021). [ANTARA/Dewa Wiguna]

Jumlah penumpang bus yang diberangkatkan dari Terminal Lebak Bulus sekitar 200 orang per hari.

SuaraJakarta.id - Pengelola Terminal Lebak Bulus Jakarta Selatan menyatakan jumlah penumpang bus di terminal tersebut belum meningkat secara signifikan selama penyesuaian PPKM Level 1.

Kepala Terminal Lebak Bulus, Hernanto mengatakan, beberapa penyesuaian pada PPKM Level 1 yang diterapkan sejak 2 November 2021 lalu tidak serta-merta membuat jumlah penumpang meningkat.

"Jumlah penumpang bisa dikatakan tidak ada lonjakan yang signifikan. Karena juga bukan di masa liburan," ujar dia, dikutip dari Antara.

Hernanto mengatakan bahwa jumlah penumpang bus yang diberangkatkan dari Terminal Lebak Bulus sekitar 200 orang per hari selama tiga pekan saat penerapan PPKM level 1.

Baca Juga: Traffic Penumpang Pesawat di Lombok Selama WSBK Capai 5.700 Orang Per Hari

"Penumpang kisaran 100 sampai dengan 200 orang," tutur Hernanto.

Hernanto selalu mengimbau para penumpang agar menerapkan protokol kesehatan berupa penggunaan masker dan jaga jarak antrean.

Dia menambahkan bahwa selama ini, pengelola terminal tidak menyediakan fasilitas tes antigen bagi para penumpang bus.

"Jadi sifatnya hanya himbauan, tapi untuk protokol kesehatan dan gunakan aplikasi peduli lindungi vaksinasi tetap dilakukan," ucap Hernanto.

Di sisi lain, Hermanto mengatakan akan berkoordinasi dengan mitra Terminal Lebak Bulus terkait keputusan pemerintah yang menerapkan PPKM level 3 secara serentak mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Baca Juga: Jakarta PPKM Level 1, Ibu Kota Kembali Dilanda Macet Seperti Sebelum Pandemi

"Koordinasi unsur seperti TNI atau Polri dalam pengawasan protokol kesehatan dan antisipasi peningkatan mobilitas penumpang," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait