facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kunjungan Wisman di Jakarta pada Oktober Naik 213 Persen

Rizki Nurmansyah Rabu, 01 Desember 2021 | 21:33 WIB

Kunjungan Wisman di Jakarta pada Oktober Naik 213 Persen
Wisatawan mancanegara (wisman) beraktivitas di kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (26/12/2019). [ANTARA /Muhammad Adimaja]

Adapun wisman dari lima negara terbesar yang berkunjung ke Jakarta pada Oktober 2021 adalah China mencapai 3.128 orang.

SuaraJakarta.id - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Jakarta mulai menunjukkan tren pemulihan dengan jumlah kunjungan pada Oktober mencapai 13.731 orang. Atau naik 213 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Tahun 2019 kunjungan wisman stabil, kemudian 2020 anjlok kemudian Mei merangkak dan 2021 mulai pulih sehingga kunjungan mulai meningkat meski tidak seperti kondisi normal 2019," kata Kepala Badan Pusat Statistik DKI Jakarta Anggoro Dwitjahyono, Rabu (1/12/2021).

Adapun wisman dari lima negara terbesar yang berkunjung ke Jakarta pada Oktober 2021 adalah China mencapai 3.128 orang. Kemudian diikuti Korea Selatan sebanyak 1.233 orang, India (774), Rusia (719) dan Jepang (708).

Meski demikian, selama periode Januari-Oktober 2021 jumlah kunjungan di Jakarta menurun mencapai 83.624 orang atau turun 79,1 persen jika dibandingkan periode sama pada 2020 mencapai 399.665 orang karena terdampak pandemi COVID-19.

Baca Juga: Wagub DKI: Kami Yakin Kemenaker Akan Pelajari dan Respons Surat Anies Baswedan

Tren pemulihan kunjungan wisman juga terlihat pada tingkat penghunian kamar (TPK) yang selama Oktober 2021 mencapai 50,6 persen atau naik 8 persen dibandingkan September 2021.

Sedangkan dibandingkan Oktober 2020 atau secara tahunan, TPK juga naik 6,3 persen.

Sementara itu, TPK paling tinggi terjadi di hotel bintang lima mencapai 59,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau naik 15,9 persen dibandingkan September 2021.

"Secara umum TPK 2021 lebih tinggi dari 2020 kecuali awal tahun atau puncak pandemi Juli-Agustus. TPK hotel bintang ini menunjukkan peningkatan relatif lumayan meski belum pulih," kata Anggoro.

Baca Juga: Jadi Pencemar Paracetamol, Dinas LH DKI Tutup Saluran Limbah 2 Pabrik Farmasi di Jakut

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait