Anies Jelaskan Kebijakan DKI di YouTube Pribadi, Gilbert PDIP: Sebaiknya di Kanal Pemprov

Kanal YouTube Anies Baswedan isinya menceritakan soal sejumlah program kerja yang dilakukan Anies selama menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih
Senin, 13 Desember 2021 | 17:52 WIB
Anies Jelaskan Kebijakan DKI di YouTube Pribadi, Gilbert PDIP: Sebaiknya di Kanal Pemprov
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak saat menghadiri rapat Komisi B di gedung DPRD DKI, Senin (3/2/2020). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

SuaraJakarta.id - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simajuntak mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meluncurkan video program di kanal YouTube pribadinya.

Pasalnya, acara bernama #DariPendopo itu menceritakan soal berbagai kebijakan yang Anies kerjakan selama menjabat sebagai gubernur.

Menurut Gilbert tidak sepantasnya YouTube pribadi dijadikan sebagai saluran memberikan informasi kebijakan.

Dia menilai seharusnya Anies memanfaatkan kanal YouTube resmi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Baca Juga:Bikin Program #DariPendopo di Akun Youtube, Anies Bantah buat Modal Nyapres 2024

"YouTube kalau milik DKI maka itu menjadi saluran resmi. Kalau bukan, artinya milik pribadi. Kalau kebijakan pemerintahan dan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, sebaiknya lewat saluran resmi," ujar Gilbert saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (13/12/2021).

Gilbert pun menduga ada maksud terselubung di balik program tersebut.

Menurutnya #DariPendopo adalah salah satu cara kampanye terselubung untuk Pilpres 2024 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Fakhri Fuadi)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Fakhri Fuadi)

"Kalau tidak lewat saluran resmi, artinya ada tujuan lain yang hendak dicapai," tuturnya.

Dia juga menyebut seharusnya konten yang dibuat Anies adalah mengenai penjelasan yang kurang lengkap mengenai masalah yang ada di Jakarta.

Baca Juga:Pekan Ini, Pemprov DKI Mulai Suntikan Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 6 hingga 11 Tahun

Misalnya, seperti persoalan banyaknya kecelakaan bus TransJakarta yang terjadi belakangan ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak