facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kecam Cuitan Ferdinand Hutahaean, MUI Tangsel Minta Polisi Tindak Tegas

Rizki Nurmansyah Jum'at, 07 Januari 2022 | 07:30 WIB

Kecam Cuitan Ferdinand Hutahaean, MUI Tangsel Minta Polisi Tindak Tegas
Sekretaris MUI Tangsel Abdul Rojak. [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Buntut kicauannya itu, bahkan tagar #tangkapferdinand sempat ramai di lini masa media sosial Twitter.

SuaraJakarta.id - Cuitan pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean terkait "Allahmu Lemah" menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Terkait cuitan Ferdinand Hutahaean itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang Selatan (MUI Tangsel), Abdul Rojak, angkat bicara.

Rojak menyebut, jika cuitan yang dimaksud Ferdinand adalah Allah umat muslim, maka merupakan penistaan agama.

"Itu menghina menistakan Allah yang sangat disakralkan oleh umat Muslim dan sama saja dia dipermainkan bahwa Allah itu lemah, nggak bener itu," kata Rojak saat dihubungi SuaraJakarta.id, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga: Tanggapi Cuitan Ferdinand, PP Muhammadiyah: Menyakiti Hati Penganut Suatu Agama

Rojak bahkan meminta aparat kepolisian untuk segera menindak tegas dan menangkap Ferdinand Hutahaean lantaran telah menistakan agama.

"Tindak tegas itu, segera tangkap sama polisi, itu sudah masuk menistakan agama," tegasnya.

Menurutnya, sebagai politisi yang membuat cuitan tersebut, tidak masuk akal jika Ferdinand beralasan membuat cuitan itu dalam keadaan akan tidak sadar.

"Apapun alasannya yang sudah jadi konsumsi publik di-publisher, ada buktinya. Sudah kagak benar itu, ditangkap saja sudah. Giliran sudah (terlanjur), dia bilang nggak sadar, sudah tangkap aja," pungkasnya.

Cuitan Ferdinand Hutahaean itu sendiri berbunyi, "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa maha segalanya".

Baca Juga: Ada Unsur Pidana, Bareskrim Naikan Status Kasus SARA Ferdinand Hutahaean ke Penyidikan

Buntut kicauannya itu, bahkan tagar #tangkapferdinand sempat ramai di lini masa media sosial Twitter.

Hal ini diduga buntut cuitan Ferdinand Hutahaean yang dinilai mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

Kontributor : Wivy Hikmatullah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait