alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Korban Penyekapan Diduga oleh Rentenir di Tangerang, Diminta Layani Seks hingga Diancam Dimutilasi

Rizki Nurmansyah Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:18 WIB

Cerita Korban Penyekapan Diduga oleh Rentenir di Tangerang, Diminta Layani Seks hingga Diancam Dimutilasi
Sulistyawati (45), korban dugaan penyekapan dan pengancaman, ditemui usai diperiksa penyidik Polres Metro Tangerang, Jumat (14/1/2022). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Aksi penyekapan itu diduga telah lebih dari dua kali dilakukan oleh F.

SuaraJakarta.id - Polres Metro Tangerang telah meminta keterangan terhadap Sulistyawati (45), korban dugaan penyekapan dan pengancaman gegara persoalan utang di kawasan Ciledug Indah II, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Usai memberikan keterangan, Sulistyawati mengaku tak hanya disekap. Ia juga diminta layani seks anak buah terlapor berinisial F hingga lunas. Korban juga mengaku diancam dimutilasi oleh terlapor.

"Pengancamannya itu dia bilang mau bunuh saya mau mutilasi saya, mau matiin saya lah dan ada pelecehan. Di situ saya harus melayani anak-anak steam. Kebetulan rumah si rentenir ini kan depannya steam. Jadi saya harus melayani anak-anak itu sampai hutang-hutang saya lunas (layani seks)," kata Sulistyawati kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Sulistyawati menceritakan awal kasus dugaan penyekapan ini. Ketika itu, ia meminjam uang Rp 1 juta kepada F. Namun ia tidak bisa membayar utang sesuai waktu yang ditentukan yakni 10 hari. Karenanya utang itu membesar menjadi Rp 1,6 juta.

Baca Juga: Geger, Warga Danau Bugel Indah Karawaci Tangerang Temukan Mayat Wanita Misterius, Ini Ciri-cirinya

Sulistyawati menambahkan, lantaran tak bisa bayar utang, ia dijemput oleh seseorang yang diduga suruhan F. Dia dibawa ke rumah F untuk memberikan penjelasan terkait utang yang tak dibayarkan tepat waktu tersebut.

Setibanya di rumah terduga pelaku penyekapan, Sulistyawati mengaku sempat dipukul kemudian ditarik dengan kasar oleh F dan S untuk masuk ke kamar.

"Jadi sebenarnya di rumah itu ada 7 orang, yang bersikap kasar itu 2 orang, F dan S. Dan pas saya mau masuk ke kamar itu saya ditarik dia, saya dimasukin dan dikunci. Pas awal datang dia sudah sempat mau pukul saya, karena saya tangkis jadi hanya kena tangan saya," ungkapnya.

Beruntung, setelah pihak kepolisian dan beberapa warga mendatangi lokasi, Sulistyawati akhirnya berhasil diselamatkan dari kasus dugaan penyekapan tersebut.

"Makanya begitu anggota datang, buru-buru keluar karena saking senangnya ada yang bela saya. Buru-buru keluar, menyelamatkan diri supaya tidak diapa-apain," terangnya.

Baca Juga: Sembuh dari DBD, Warga Tangerang Selatan Positif Omicron, Total Kasus Capai 5 Orang

Setelah berhasil keluar, Sulistyawati mengaku langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Tangerang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait