facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP: Program Banjir Gubernur Anies Baswedan Gagal Total

Rizki Nurmansyah Jum'at, 21 Januari 2022 | 07:30 WIB

Anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP: Program Banjir Gubernur Anies Baswedan Gagal Total
Anggota F-PDIP DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth. [Dok. Pribadi]

Dia menilai program unggulan Anies Baswedan yakni sumur resapan nyata-nyata tidak ada manfaatnya dalam menanggulangi banjir.

"Seharusnya gubernur fokus dan total untuk menanggulangi banjir. Jangan hanya memikirkan Formula E dan JIS saja yang jelas belum ada manfaatnya bagi warga Jakarta, kasihan warga jika harus kembali menjadi korban banjir di tengah-tengah pandemi seperti ini," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Jakarta.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim bahwa penanganan banjir di Jakarta beberapa hari terakhir dilakukan dengan kerja cepat dan senyap.

Anies juga mengungkapkan banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota akibat dari hujan dengan intensitas ekstrem.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Pelantikan dan Pengukuhan struktural DPP Forum RT/RW DKI Jakarta periode 2021-2026, di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/12/2021). [Dok. Pemprov DKI Jakarta]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Pelantikan dan Pengukuhan struktural DPP Forum RT/RW DKI Jakarta periode 2021-2026, di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/12/2021). [Dok. Pemprov DKI Jakarta]

Dia pun memastikan warga aman dan tak ada korban jiwa dan semua usaha pompa dikerjakan agar banjir bisa surut dalam waktu maksimal enam jam setelah hujan berhenti.

Baca Juga: Gotong Keranda di Tengah Banjir, Kapolsek Teluknaga Minta Anggota Bantu Warga Tanpa Padang Status

"Tolong buka mata, kemarin malam saja masih ada 77 RT yang masih terendam banjir, dengan ketinggian air tertinggi mencapai 85 cm, itu sudah lebih dari enam jam pasca banjir," kata Kenneth.

Karenanya, Kenneth menyarankan agar Anies segera melakukan pembenahan infrastruktur untuk menanggulangi banjir, salah satunya membenahi sungai dengan melebarkan badan sungai dan saluran air, lalu menata bantaran dengan memadukan pendekatan normalisasi dan naturalisasi.

"Dan juga perbaiki seluruh saluran air di permukiman warga maupun di pusat-pusat kota. Jadi, tidak tepat juga kalau banjir ini selalu dikaitkan dengan curah hujan yang lebat, jangan malah menyalahkan cuaca tetapi salahkan diri Anda yang tidak bisa bekerja maksimal," ucap Kenneth.

Kenneth juga secara terbuka meminta maaf kepada warga Jakarta, khususnya korban banjir akibat hujan deras pada Selasa (18/1/2022) di wilayah Jakarta Barat.

"Saya selaku bagian dari Pemerintahan DKI Jakarta meminta maaf atas ketidaknyamanan ini, saya sudah minta kepada dinas terkait untuk menindak lanjuti secara cepat untuk melakukan penanganan banjir di sejumlah tempat, terutama di wilayah Cengkareng, Tegal Alur dan sekitarnya," pungkasnya.

Baca Juga: Terdampak Banjir, Warga Benda Belum Dapatkan Bantuan dari Pemkot Tangerang

Sebelumnya, total ada 77 RT yang terdata masih terendam banjir hingga Rabu (19/1), pukul 18.00 WIB dengan ketinggian air tertinggi mencapai 85 cm.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait