Pria di Tangsel Dipenjarakan Ibu Kandung Gegara Jual Kulkas dan Tolak Jual Rumah Warisan Ayah

Nekat menjual kulkas di rumah untuk membeli makan bersama kakaknya.

Rizki Nurmansyah
Senin, 24 Januari 2022 | 20:55 WIB
Pria di Tangsel Dipenjarakan Ibu Kandung Gegara Jual Kulkas dan Tolak Jual Rumah Warisan Ayah
Ilustrasi penjara.

SuaraJakarta.id - Kehidupan pelik dialami seorang pria 24 tahun berinisial S di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dia harus meringkuk di penjara lantaran dipolisikan oleh ibu kandungnya, LF (45).

Pemicu kasus ibu polisikan anak itu diduga karena sejumlah masalah. Salah satunya karena sang anak nekat menjual kulkas di rumah untuk membeli makan bersama kakaknya.

Kuasa Hukum S dari Koordinator tim Pengacara Pembela Anak Terlantar (PPAT), Muhammad Mualimin bercerita, kasus mulai terjadi pada Oktober 2020.

Saat itu, S dan kakaknya berinisial V tak banyak beraktivitas karena situasi sedang lockdown dampak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi COVID-19 di Tangsel.

Baca Juga:Curhat Pedagang Pasar Modern Serpong Tangsel Dapat Ancaman Jual Minyak Goreng Rp 40 Ribu

Ketika itu, S bahkan tak lagi bekerja lantaran kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi. Sementara sang ibu sudah beberapa hari tak pulang ke rumah.

Di tengah kondisi sulit tersebut, S dan kakaknya kelaparan. Bahkan diklaim sudah tiga hari mereka belum makan.

Lantaran kepepet, sang kakak V menyarankan S untuk menjual kulkas yang tak pernah terisi. Uang hasil penjualan kulkas dimaksudkan untuk membeli makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal itu dilakukan lantaran keduanya tak tahu lagi harus berbuat apa. Sementara ibunya tak ada kabar dan ayah mereka sudah wafat.

"Karena sudah tiga hari tidak makan dan ibunya keluyuran entah ke mana, si Kakak V, berinisiatif menyuruh S untuk menjual kulkas bekas yang jarang terpakai dan laku Rp 500 ribu," kata Mualimin saat dikonfirmasi SuaraJakarta.id, Senin (24/1/2022).

Baca Juga:Warga Ciputat Tangsel yang Meninggal Akibat Omicron Belum Pernah Divaksin

Namun, penjualan kulkas ternyatan menambah masalah baru bagi mereka. Dua bulan kemudian, ibunya LF yang tak terima kulkas satu pintu miliknya dijual, lalu melaporkan anak keduanya ke polisi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini