facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Jakarta Bersiap! Gubernur Anies Baswedan Sudah Usulkan ke Menteri Luhut Agar PTM Dihentikan Lagi Sebulan Penuh

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih Rabu, 02 Februari 2022 | 17:23 WIB

Warga Jakarta Bersiap! Gubernur Anies Baswedan Sudah Usulkan ke Menteri Luhut Agar PTM Dihentikan Lagi Sebulan Penuh
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. [Tangkapan layar akun IG @aniesbaswedan]

Pemerintah DKI Jakarta berencana akan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang selama beberapa waktu terakhir dijalankan.

SuaraJakarta.id - Pemerintah DKI Jakarta berencana akan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang selama beberapa waktu terakhir dijalankan. Bahkan, Gubernur Anies Baswedan sudah menyampaikan usulan tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives), Luhut Binsar Panjaitan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga sudah meminta PTM di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten untuk dievalusi.

"Tadi siang, (saya) berkomunikasi dengan pak Luhut Pandjaitan sebagai Ketua Satgas Covid-19 Jawa-Bali, (saya) menyampaikan usulan agar untuk Jakarta, PTM atau Pembelajaran Tatap Muka ditiadakan selama satu bulan ke depan," ujar Anies di Taman Benyamin, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (2/2/2022).

Usulan dihentikan PTM selama sebulan tersebut disampaikan setelah membahasnya secara internal, mengingat saat ini Indonesia mulai dilanda gelombang tiga Covid-19.

Baca Juga: Setelah Ramai Desakan, Anies Akhirnya Sampaikan ke Luhut Akan Hentikan PTM 100 Persen

"Jadi selama satu bulan ke depan, pembelajaran 100 persen jarak jauh atau belajar di rumah saja sambil nanti kita pantau kondisi Covid-19 seperti apa," jelasnya.

Mengingat semakin banyaknya kasus positif Covid-19, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini memutuskan agar anak-anak didik atau siswa perlu diamankan dari kondisi penularan Virus Corona.

Anies juga mengungkapkan, lantaran bersifat usulan, nantinya pihaknya menunggu langkah pemerintah pusat yang akan menentukan kebijakan ke depannya.

"Nanti selesai pembahasannya, kita akan sampaikan bagaimana hasilnya. Tapi kita menyadari persis bahwa kondisi di Jakarta membutuhkan anak-anak untuk mengurangi risiko (penularan)," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUP Persahabatan Jakarta dr Agus Dwi Susanto mendesak pemerintah meningkatkan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Ibu Kota Jakarta.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Polda Metro Jaya Tunda Ajang Street Race di Detabek

Permintaan tersebut disampaikan karena Pandemi Covid-19 yang kini meningkat akibat varian Omicron.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait