Meski begitu, ia dan istri tak bisa memaksakan untuk melakukan mudik. Hal itu, dianggap sebagai risiko tanggung jawab sebagai abdi negara.
"Ini panggilan tugas dan sudah teken kontrak. Setiap tahun baru, Lebaran, kita siap melaksanakan tugas pengamanan," ungkapnya.
Hery mengaku, sudah berkarier menjadi polisi sekira 30 tahun. Kemudian sejak 1997 mulai tugas di Satuan Lalu Lintas.
Kini, usianya sudah menginjak kepala lima, tepatnya 54 tahun. Pria berkacamata itu pun bakal menjalani masa purna 4 tahun lagi.
Baca Juga:Diguyur Hujan Deras, 7 Titik di Tangsel Terendam Banjir
Banyak hal yang ia rindukan selama empat tahun tak ikut mudik lebaran. Selain suasana berkumpul dengan saudara, makanan khas Yogyakarta selalu membuatnya rindu kampung halaman.
"Yang dikangenin mudik Lebaran itu suasananya. Terus makanan khas sana seperti gudeg, opor bebek, sama ayam kampung. Pokoknya awang-awangan kalau sudah ada di sana (kampung halaman)," katanya sambil mengenang momen mudik terakhirnya beberapa tahun silam.
Momen mudik tahun ini, kata Hery, dia dan keluarganya hanya bisa mengandalkan silaturahmi lewat video call bersama keluarga besarnya di Yogyakarta.
Meski begitu, dia tetap bersyukur sambil seraya berdoa agar diberi kesehatan.
"Kita sering komunikasi dan zaman sudah modern, bisa video call. Saya dan anggota lainnya sampai pasca lebaran harus selalu hadir di tempat. Lebaran di pos dan tetap atur lalu lintas," pungkasnya.
Baca Juga:Terpopuler: Perampok Ber-Mercy, Tangsel Dikepung Banjir
Kontributor : Wivy Hikmatullah