facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polisi Buru Ayah yang Aniaya 2 Anak di Tanjung Duren, Pukul Kepala dan Perut Korban

Rizki Nurmansyah Selasa, 24 Mei 2022 | 14:28 WIB

Polisi Buru Ayah yang Aniaya 2 Anak di Tanjung Duren, Pukul Kepala dan Perut Korban
Ilustrasi kekerasan terhadap anak - Polisi Buru Ayah yang Aniaya 2 Anak di Tanjung Duren, Pukul Kepala dan Perut Korban. (Pixabay/Geralt)

"Si anak ini di rumah sering disuruh sama bapaknya ke warung, belanja pun ngutang. Lama-lama anaknya tidak mau," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren.

SuaraJakarta.id - Polisi masih memburu E (40) terduga pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya NK (38) dan penganiaya dua anak kandung RI (17) dan MA (14) di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Bintang Tri Baskoro mengatakan, terduga pelaku minggat dari rumah lantaran telah diusir oleh adik kandung korban. Pelaku selama ini tinggal di rumah milik keluarga besar dari ibu korban.

"Sementara ini masih kita lakukan pencarian," katanya saat dihubungi, Selasa (24/12/2022).

Korban, kata Bintang, sudah membuat laporan polisi (LP) di Polsek Tanjung Duren pada Senin (23/5/2022) siang kemarin.

Baca Juga: Kejam! Hanya Karena Susah Makan, Bocah 5 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandung, Ibu Dan Nenek Tiri

Bintang menjelaskan, kejadian KDRT dan penganiayaan anak itu diduga lantaran faktor ekonomi. Pelaku yang tega melakukan tindak kekerasan terhadap istri dan kedua anaknya lantaran menganggur selama beberapa minggu.

Pelaku diketahu memang kerap marah-marah dengan membanting barang-barang. Ia juga sering menyuruh anaknya untuk mengutang di warung. Jika sang anak menolak, E bakal marah-marah.

"Si anak ini di rumah sering disuruh sama bapaknya ke warung, belanja pun ngutang. Lama-lama anaknya tidak mau," katanya.

Melihat tingkah suaminya yang makin hari makin aneh, NK pun mengadukan hal itu kepada pihak RT/RW setempat.

Saat itu, lanjut Bintang, sempat dilakukan mediasi yang didampingi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Baca Juga: Gegara Persoalan Sepele, Bocah 5 Tahun Tewas Dianiaya Ayah, Nenek dan Ibu Tiri

Setelah mediasi dan bersepakat berdamai, pelaku malah lebih emosi karena menganggap rumah tangganya telh dicampuri pihak luar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait