Polres Jakbar Bakal Selidiki Penyebab Kebakaran yang Tewaskan Enam Penghuni Rumah Kos di Tambora

Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) bakal menyelidiki kebakaran yang terjadi di Jalan Duri Selatan Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (17/8/2022).

Chandra Iswinarno | Faqih Fathurrahman
Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:49 WIB
Polres Jakbar Bakal Selidiki Penyebab Kebakaran yang Tewaskan Enam Penghuni Rumah Kos di Tambora
Sebuah ruko di Tambora Jakarta Barat hangus terbakar, pada Rabu (17/8/2022). Enam orang dinyatakan tewas terbakar dalam insiden tersebut. (Suara.com/Faqih)

SuaraJakarta.id - Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) bakal menyelidiki kebakaran yang terjadi di Jalan Duri Selatan Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (17/8/2022).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, pihaknya bakal menyampaikan perkembangan tentang penyebab kebakaran tersebut.

“Kita masih dalam penyidikan nanti dalam perkembangan kita sampaikan,” kata Pasma, di Tambora Jakarta Barat, Rabu (17/8/2022).

Dalam insiden ini, merenggut enam nyawa penghuni kost yang saat itu terjebak dalam hunian berlantai empat tersebut.

Baca Juga:Kebakaran di Tambora Tewaskan 6 Orang, Saksi Sebut Dikira Ada Lomba 17-an

Mereka yang terjebak merupakan warga penghuni lantai tiga dan empat. Kesimpulan sementara, mereka terjebak lantaran semua jendela dilapisi teralis atau jeruji besi, sehingga tidak bisa mengevakusi diri masing-masing.

Sementara itu, Wali Kota Jakbar Yani Wahyu Purwoko mengimbau kepada warga agar setiap bangunan bertingkat untuk tidak melapisi jendela dengan teralis atau jeruji besi. Hal ini dimaksudkan agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Kami mengimbau rumah-rumah khususnya di lantai dua, tiga dan empat tidak ada lagi yang dipasang jeruji,” kata Yani.

Sementara dari pantauan Suara.com di lokasi, hampir seluruh jendela ruko yang terbakar di Tambora terpasang jeruji besi. Jeruji tersebut menutup seluruh bagian jendela dan pintu keluar-masuk di bagian bawah bangunan empat lantai tersebut.

Yani menambahkan, penambahan jeruji besi di bangunan tersebut tidak berizin. Menurutnya, pemasangan jeruji dibangun tersebut merupakan tidakan ilegal. Selain itu, Yani juga bakal mengecek peruntukan IMB ruko tersebut.

Baca Juga:Polisi: Enam Tewas Dan Tiga Luka Bakar Saat Kebakaran Kos Di Tambora

“Kita cek izin mendirikan bangunan apakah boleh menambah bangunan-bangunan lain, baik itu berupa tembok, jeruji dan sebagainya. Yang jelas ini tidak ada nih izin menambah jeruji,” ungkapnya.

News

Terkini

Riza mengatakan, dirinya keluar dan menemui massa untuk mendengar apa yang menjadi tuntutan dalam aksi massa KRMP ini.

News | 20:07 WIB

"Selama lima tahun ini kami tidak pernah melakukan penggusuran," ucap Riza.

News | 19:56 WIB

Juga pernah beraksi merampok toko emas di kawasan Tangerang Raya lainnya.

News | 19:51 WIB

Putri keluar Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekitar pukul 17.25 WIB, dengan mengenakan baju tahanan.

News | 19:13 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria keluar menemui massa. Hanya saja, ia berdiri di balik gerbang Balai Kota.

News | 18:23 WIB

Anies juga didesak untuk keluar menemui massa. Jika Anies tak kunjung keluar, maka massa tak segan bertahan hingga menginap di lokasi aksi.

News | 17:31 WIB

Ia juga mengatakan secara fisik kondisi Putri Candrawathi dalam keadaan baik.

News | 17:07 WIB

Sigit berharap langkah penahanan yang dilakukan penyidik dapat menjawab pertanyaan publik yang selama ini menanyakan posisi Putri Candrawathi yang tidak kunjung ditahan.

News | 16:54 WIB

Kejadian pencurian kotak amal di Mushola Roudhatul Jannah kerap terjadi.

News | 16:29 WIB

Kapolri juga mengumumkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawatahi ditahan di Rutan Mabes Polri.

News | 16:04 WIB

"Status FS secara resmi sudah tidak menjadi anggota Polri."

News | 15:32 WIB

Dijelaskan penyerangan gangster itu terjadi pukul 02.35 WIB.

News | 15:30 WIB

"Anies justru melanggengkan praktik penggusuran paksa di DKI Jakarta dengan tidak mencabut Peraturan tersebut."

News | 15:25 WIB

Syarifah menyebut penangkapan bermula saat pihak kepolisian mendapat informasi dari warga.

News | 15:22 WIB
Tampilkan lebih banyak