Megawati Sebut Banyak Kader Nilai Dirinya Galak: Kalau Enggak Galak, Tak Akan PDIP Bisa Menang 2 Kali

Megawati juga mengingatkan seluruh kader partai untuk bersiap menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 24 Agustus 2022 | 17:54 WIB
Megawati Sebut Banyak Kader Nilai Dirinya Galak: Kalau Enggak Galak, Tak Akan PDIP Bisa Menang 2 Kali
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. [Suara.com/Bagaskara]

SuaraJakarta.id - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyebut banyak kader yang menilai dirinya galak dalam menakhodai partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Putri Proklamator RI Soekarno ini pun lantas mengaitkan sikap kepemimpinannya itu dengan keberhasilan PDIP dalam memenangkan dua kali Pemilu berturut-turut: 2014 dan 2019.

Hal itu disampaikan Megawati dalam acara peresmian Gelombang VI kantor baru PDI Perjuangan secara virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022).

"Sepanjang saya jadi ketua umum kalian, saya dibilang galak. Saya ketua umum. Kalau ketua umum enggak galak, tidak akan PDI Perjuangan bisa menang dua kali," ujar Megawati.

Baca Juga:Respons Safari Puan Maharani ke NasDem, Megawati Akui Lihat Ada yang Berbeda: Itu Saya Lihat Baru Satu Partai Loh

"Kalian itu maunya apa? Mau jadi apa? Jawab ya. Saya akan minta pertanggungjawaban kalian. Saya akan minta satu per satu sebelum kita tempur di 2024. Fair lho, jadi bisa mikir," sambungnya.

Presiden ke-5 RI ini juga mempersilakan kadernya bila ada yang ingin bergabung ke partai lain. Menurutnya, hal itu merupakan suatu demokrasi.

"Kalau mau ikut partai lain, silakan. Ini demokrasi kok; tapi jangan menjadi beban dalam partai kita, organisasi kita," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga memerintahkan para kader PDIP untuk menggelorakan semangat dalam menyejahterakan rakyat dan memenangkan Pemilu 2024.

Gembleng Kader PDIP

Baca Juga:Megawati Ingatkan Para Kader Partai, Kemenangan PDIP Ada di Tangan Rakyat

Ia mengingatkan internal partai bahwa kemenangan dalam pemilihan umum terjadi karena pilihan rakyat, sehingga seluruh kader tidak boleh lupa diri dan tidak menjadi beban partai.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini