Mangrove jenis baru ini teridentifikasi karena berbeda dengan pohon bakau yang lain. Hari menjelaskan, mangrove tersebut memiliki akar kuat dan tahan terhadap serangan hama sehingga dapat tumbuh subur di kawasan pesisir. “Bila dibandingkan dengan tanaman sejenis ini lebih baik, termasuk dapat menahan gelombang, mencegah abrasi pantai,” katanya.
Saat ini di kawasan pesisir Desa Ketapang telah ditanami 16 jenis tanaman mangrove berjumlah 720.000 pohon di atas lahan seluas 14,5 hektare. Jumlah itu belum cukup memuaskan hari. Dia berharap Bupati Zaki dapat memperluas ruang terbuka hijau. “Semoga dapat izin Pak Bupati untuk menambah luas area tanaman mangrove,” ucapnya.
Kawasan Ketapang Urban Aquaculture telah ditanami 16 jenis tanaman mangrove dengan jumlah sekitar 720.000 batang. Dengan banyaknya manfaat, Hari menyebut adanya Ketapang Urban Aquaculture memberikan manfaat ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.

Tak hanya itu, pembangunan Ketapang Urban Aquaculture juga dirasa dapat menghentikan musibah banjir yang dirasakan warga. Kelompok paling penting dari ekosistem Ketapang Aquaculture di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, adalah warga yang kini tinggal di Rumah Pelangi. Mereka bersyukur tidak lagi harus rutin mengalami kebanjiran saat air laut pasang.
Baca Juga:Jelang G20, Jokowi Tinjau Kesiapan Kawasan Mangrove di Bali
Syueb Tatang, 71 tahun, salah seorang, warga Rumah Pelangi di RT 13/05 Desa Ketapang, menuturkan keadaannya saat ini lebih baik. “Dulu rumah kami lebih lebar, di dekat pelelangan, tapi jelek. Sekarang rumah ini permanen, walau lebih kecil. Kalau rumah lebih enak sekarang,” ungkapnya.
Syueb berterima kasih atas prakarsa Pemerintah Kabupaten Tangerang. “Iya, kami tinggal berenam di rumah ini. Kami berterima kasih, Pak Bupati Zaki. Kami pendukung sejak bapaknya, Pak Ismet,” tuturnya.
Kakek dengan sembilan anak dan banyak cucu itu dulu saudagar hasil-hasil laut. Perahunya delapan. Tatapi kini sudah pensiun dan hidup sederhana dengan keluarganya di Rumah Pelangi, kawasan Ketapang Aquaculture. Istrinya berdagang penganan kecil. “Yang penting sekarang setiap kali air pasang, rob, kami tidak kebanjiran. Lingkungan juga lebih baik,” ucapnya.
Para delegasi Forum Partnerships in Environmental Management for The Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Governments (PNLG) berkunjung ke Ketapang Urban Aquaculture di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (28/10/2022).
Sebelum tiba di lokasi, para delegasi mendengarkan paparan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengenai asal muasal dan pembangunan Ketapang Urban Aquaculture di Kantor Kecamatan Mauk. Para delegasi disuguhi tarian kesenian Rampak Bedug. (Adv)
Baca Juga:Walhi Gugat DKLH Bali ke Komisi Informasi gegara Tak Berikan Dokumen Proyek Terminal LNG di Mangrove