Pencopotan terhadap Marullah ini dikonfirmasi oleh Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yang juga hadir ke acara pelantikan tersebut. Ia menyebut pencopotan dilakukan karena Marullah dilantik sebagai Deputi Gubernur Bisang Pariwisata dan Budaya.
"Kekosongan Sekda ini karena dia dilantik ya, itu dia membantu pak Gubernur, Pj Gubernur itu saja, secara internal," ujar Prasetio di lokasi, Jumat (2/12) kemarin.
Posisi Sekda yang kosong disebut Prasetio diisi Penjabat Sekda Bidang Kesejahteraan Rakyat, Uus Kuswanto. Selanjutnya, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) akan menjalankan proses pemilihan terbuka untuk posisi Sekda definitif.
"Dari pemerintah. Kalau Sekda kan sudah ditangani pemrintah pusat ya. Asesmen baru lagi," ucapnya.
Baca Juga:Ormas di DKI Minta 50 Persen Infak Jumat dari Semua Masjid di Jakarta, Ini Reaksi Heru Budi
Politisi PDIP ini memprediksi nantinya Sekda baru berasal dari luar lingkungan Pemprov DKI. Pejabat eselon satu dari daerah lain atau Kementerian juga bisa ikut seleksi.
"Kalau kelihatan dari saya ya, feelling saya dari luar. Bukan dari dalam, Sekda-nya ya," katanya.
Marullah sendiri resmi menjabat sebagai Sekda DKI setelah dilantik eks Gubernur Anies Baswedan pada 18 Januari 2022 lalu. Ia terpilih setelah melewati proses seleksi terbuka di BKN.