Dia berharap, kehadiran Urun-RI akan memberikan alternatif investasi syariah yang aman dan inovatif, serta membantu UMKM/pelaku bisnis untuk mendapatkan sumber pendanaan yang lebih mudah dan sesuai prinsip syariah, yang berdampak pada meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi mereka.
Dengan demikian, Urun-RI akan turut berkontribusi dalam membangun resiliensi/ketahanan ekonomi indonesia melalui penyebaran harta produktif sehingga terwujud masyarakat yang makmur secara syariah.
“Bayangkan kehidupan, di mana para pengusaha dan investor bersatu padu untuk mewujudkan perusahaan yang amanah, perusahaan yang tidak melakukan kecurangan ketika menakar, perusahaan yang transparan dan profesional dalam melayani, perusahaan yang peduli terhadap kehidupan para karyawannya dan lingkungan sekitarnya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah,” tuturnya.

Selama Muslim Life Fair di JIExpo Kemayoran, 17-19 Maret 2023, Urun-RI mengadakan berbagai kegiatan yang diikuti oleh pengunjung MLF secara gratis, seperti Financial Health Check Up, Pelatihan Foto Produk dan Miniclass Financial Planner. Selain itu, pengunjung juga diajak untuk lebih mengenal Urun-RI baik secara produk maupun brand Urun-RI itu sendiri.
Baca Juga:Cara Kimia Farma Kembangkan UMKM Binaan Supaya Naik Kelas
Deputi Direktur Akselerasi dan Kemitraan Usaha Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ahmad Iqbal mengatakan, pelaku usaha atau UMKM produk halal harus dibantu dari sisi penguatan kualitas, kuantitas, dan legalitas produk termasuk dalam hal pembiayaannya.
Ketika UMKM produk halal membutuhkan pendanaan dari lembaga keuangan syariah, maka dia harus memahami kebutuhannya dan mengetahui lembaga pembiayaan syariah seperti apa yang cocok untuknya.
“Misalnya dilihat apakah UMKM ini berbadan hukum atau tidak. Kalau tidak berbadan hukum, maka tidak perlu ke lembaga keuangan komersial, karena pasti akan ditolak. Maka yang harus dilakukan adalah cari lembaga-lembaga keuangan berbasis komunitas seperti BMT, Bank Wakaf Mikro, Lembaga Amil Zakat, dan yang lainnya”.
“Bisa juga dengan melihat dari sisi nilai pembiayaannya. Kalau pembiayaannya hanya butuh Rp100 ribu, maka jangan ke bank. Tapi cari lembaga keuangan syariah yang memang melayani pembiayaan dengan nilai kecil (ultramikro). Jika nilai pembiayaan yang dibutuhkan besar, bisa ke bank ataupun datang ke securities funding seperti Urun-RI,” tambahnya.
Iqbal mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyusunan modul untuk membentuk pendamping UMKM, sehingga para pendamping ini bisa membantu pelaku usaha untuk melakukan assessment (penilaian) terhadap kondisi pelaku UMKM.
Baca Juga:Bank Neo Commerce Mulai Sasar UMKM Hingga Investor Reksa Dana
“Kami sedang siapkan modulnya, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa melakukan uji coba training ke pendamping UMKM. Namanya Modul Pendampingan Pembiayaan/Pendanaan Syariah Terintegrasi,”.