TJ Tham, CEO & Co-Founder Tjufoo, mengungkap peran sentral Tjufoo sebagai brand aggregator bagi brand lokal adalah memberikan sudut pandang yang strategis dan objektif untuk pertumbuhan bisnis yang lebih terukur (tangible growth), sekaligus membuka jalur distribusi online-to-offline (O2O) yang menjadi masa depan perdagangan ritel.
“Landscape commerce saat ini hingga ke depannya sangat dinamis. Dengan bergabung bersama kami, brand lokal potensial dapat fokus mengembangkan bisnis dari sisi produk, sementara kami membantu memberikan sudut pandang strategi bisnis dengan mempertimbangkan landscape nasional, regional, maupun global. Sinergi ini membuat brand lokal dapat lebih objektif dalam menyusun strategi, termasuk dengan mengoptimalkan strategi online-to-offline (O2O) di momen kebangkitan ritel demi menguatkan brand presence dan diversifikasi saluran penjualan,” ungkap TJ.
Sementara itu, di tengah aktivitas offline yang kembali diminati, brand ACMIC dan Cypruz sama-sama memutuskan untuk kembali meramaikan pameran niaga terbesar se-Asia Tenggara yang telah melekat sebagai ikon HUT Jakarta setiap tahunnya, Jakarta Fair 2023.
Tak tanggung-tanggung, kedua brand menawarkan berbagai promo fantastis, seperti buy 1 get 1 free dan diskon hingga 65% yang hanya tersedia offline selama pameran berlangsung sampai dengan 16 Juli mendatang.
Baca Juga:Sosok Sembilan Naga dan Gurita Bisnis di Indonesia
Kedua brand sepakat Jakarta Fair 2023 menjadi ajang yang tepat dalam memperluas basis pelanggan di tengah pemasaran offline yang kembali relevan pasca-pandemi.

Minat untuk berbelanja offline juga selaras dengan studi KPMG yang mengungkap bagaimana konsumen terdorong untuk kembali berbelanja offline karena lebih mudah mengontrol pengeluaran dan meninjau promosi secara langsung di toko. Tren yang sama dikemukakan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) yang menyoroti pergerakan masyarakat yang semakin ramai dan berani berbelanja secara fisik.
“Pasca pandemi, mayoritas konsumen sudah terbiasa berbelanja online, tapi tak bisa dipungkiri pemasaran offline tetap diperlukan untuk menyasar segmen konsumen yang tertarik mengulik produk incaran secara langsung, dan tentunya mendekatkan diri kepada pelanggan," ucap Heri Hartanto, CEO & Founder ACMIC Indonesia.

Andre Susilo, Founder & CEO Cypruz, mengungkap bagaimana partisipasinya di Jakarta Fair 2023 menjawab minat konsumen yang masih ingin menjajal secara langsung kualitas produk kitchenware dari brand yang dibangunnya.
“Antusiasme pelanggan terhadap kehadiran Cypruz di Jakarta Fair ini pun sangat tinggi, terlihat pada tahun lalu kami berhasil merogoh keuntungan hingga miliaran rupiah. Di tahun ini pun, kami berhasil membukukan omzet harian mencapai ratusan juta rupiah,” tambah Andre.
Baca Juga:Okin Buka Bisnis Kuliner Baru di Jogja, Konsepnya Plek Ketiplek Restoran Mie Kari di Tangerang