Dengan Teknologi Digital PGC, Pos Indonesia Salurkan Bantuan Pangan CBP 2024 karena Teruji Cepat dan Akuntabel

Mengawali 2024, penyaluran BP-CBP dilakukan di Cilacap, Jawa Tengah.

Fabiola Febrinastri
Kamis, 04 Januari 2024 | 18:44 WIB
Dengan Teknologi Digital PGC, Pos Indonesia Salurkan Bantuan Pangan CBP 2024 karena Teruji Cepat dan Akuntabel
Pos Indonesia menggunakan teknologi Digital PGC untuk menyalurkan Bantuan Pangan CBP 2024. (Dok: Pos Indonesia)

Setelah seluruh proses terlaksana dengan baik, maka proses selanjutnya berupa pendokumentasian seluruh arsip ataupun dokumen akan dilakukan menggunakan aplikasi e-Filing. Ini adalah aplikasi yang digunakan untuk memeriksa keabsahan dokumen, penyimpanan dokumen hingga dapat diketahui progressnya menggunakan dashboard realtime.

e-Filling bermanfaat untuk mendukung akuntabilitas penyaluran oleh Pos Indonesia, termasuk bukti (evidence) dokumen penyerahan secara digital.

Ketiga aplikasi yang digunakan tersebut dapat diakses oleh seluruh stakeholder dan progress-nya dapat dilihat melalui dashboard di ketiga aplikasi tersebut. 
 
“Semua penyaluran bantuan dilakukan dengan aplikasi PGC dan dashboard, bisa diakses oleh seluruh stakeholder terkait. Dengan menggunakan sistem PGC, kita memastikan penyaluran CBP tepat sasaran kepada penerima,” kata Tonggo.

Sistem yang dijalankan Pos Indonesia itu disebutkan Tonggo memiliki SOP (Standard Operating System) yang sudah teruji, dan mampu memenuhi seluruh unsur dalam prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) yaitu bersih, transparan, dan profesional.
 
Keunggulan lain Pos Indonesia dalam pendistribusian bantuan, yakni memiliki sumber daya transportasi, sumber daya manusia (SDM) dan ketersebaran Kantorpos cabang di seluruh wilayah Indonesia hingga daerah 3T (terdepan, tertinggal, terluar) yang akan memudahkan dalam pendistribusian bantuan. 
 
Untuk menjamin pendistribusian lancar dan tepat waktu, Pos Indonesia juga selalu mengkomunikasikan rencana pendistribusian dengan seluruh stakeholder pemerintah daerah hingga ke tingkat RT/RW, aparat keamanan, Perum Bulog, dan swasta.
 
Tonggo berharap pada penyaluran BP-CBP selanjutnya dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu, sebab bantuan ini sangat dinantikan oleh penerima.
 
“Kita lihat para penerima bantuan begitu senang, ada juga testimoni dari penerima bahwa bantuannya sangat dibutuhkan dan membantu rumah tangga mereka. Karena penyaluran ini akan dilakukan selama enam bulan, harapannya kita bisa menyalurkan setiap bulan dengan tepat waktu,” ucapnya.

Baca Juga:Pos Indonesia dan Bank Muamalat Jalin Sinergi Pendaftaran Haji

Tonggo berharap penyaluran BP-CBP ini akan berjalan lancar dan sesuai target. Sebab, ia menyaksikan sendiri betapa para penerima sangat bahagia meneirma bantuan dan merasa terbantu.

“Kita melihat tadi masyarakat penerima begitu senang. Tadi ada testimoni bahwa itu memang mereka butuhkan saat ini, dan ini bisa sangat membantu kondisi rumah tangga mereka. Harapan kita karena ini akan dilakukan penyaluran selama enam bulan, kita akan menyalurkan setiap bulan, berarti ada enam kali, kita laksanakan tepat waktu berkoordinasi dengan stakeholder terkait, khususnya Bulog,” kata Tonggo.

Harapan Penerima  

Penerima Bantuan Pangan (PBP) tampak memadati lokasi pembagian BP-CBP di Gudang Bulog Gumilir Cilacap pada 2 Januari 2024. Selain gembira karena akan mendapatkan bantuan beras 10 kg, mereka juga antusias menyambut kehadiran Presiden.

Salah satunya, Handri Triwahyudi. Warga Cilacap ini mengaku senang bisa bertatap muka langsung dengan kepala negara sekaligus mendapatkan bantuan.

Baca Juga:Disaksikan Presiden, Pos Indonesia Salurkan BLT El Nino Ke 250 KPM di Kantorpos Kota Malang

“Di sini antusiasme masyarakat terhadap kedatangan Presiden RI Bapak Joko Widodo sangat tinggi. Terima kasih atas semua bantuan sosial dari Bapak Presiden untuk masyarakat. Mudah-mudahan ke depannya bantuan kami yang kami terima ini bisa berlanjut, atau agar lebih baik lagi dan tepat sasaran. Terima kasih,” ucap Handri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini