Sementara, Mas Dhito mengungkapkan sebelum roboh dan ditutup total pada 2017, jembatan ini pernah mengalami buka tutup jembatan sejak 2012. Dimana pada saat itu Jembatan Jongbiru hanya dapat dilewati oleh kendaraan roda dua.
Dijelaskan Mas Dhito, Jembatan Jongbiru merupakan urat nadi perekonomian masyarakat sekitar karena menjadi penghubung antara Kabupaten dan Kota Kediri.
“(Jembatan) ini nanti akan menghidupkan roda perekonomian di seluruh jalan ini (sisi Jongbiru) sampai dengan Kota Kediri. Harapannya bisa mensejahterakan masyarakat,” ucap bupati muda tersebut.
Adapun jembatan ini dikerjakan dengan masa pelaksanaan 284 hari kalender dengan menggunakan APBN tahun 2023-2024. Sedangkan jenis jembatannya menggunakan rangka baja.
Baca Juga:Mas Dhito Hadir Semangati Peserta Kediri Dholo KOM 2024