"Dengan demikian, risiko kebakaran dan sengatan listrik dapat diminimalkan," ujar dia.
Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kebakaran akibat korsleting yakni mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan.
Perangkat seperti televisi, komputer, pengisi ulang baterai dan "microwave" sebaiknya dicabut dari stop kontak untuk mencegah arus pendek listrik dan menghemat daya.
Di sisi lain, penting juga memastikan kompor dalam keadaan mati dan regulator gas dalam kondisi baik sebelum meninggalkan rumah untuk mudik. Hal ini karena kompor gas adalah salah satu sumber utama kebakaran di rumah.
Baca Juga:Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Tetap Siaga Selama Libur Lebaran
Kemudian, periksa juga ada atau tidaknya kebocoran gas dengan mencium bau atau menggunakan sabun cair untuk mendeteksi gelembung udara pada selang gas.
"Jika memungkinkan, matikan pasokan gas utama sebelum pergi dan pastikan alat pemadam api ringan (APAR) tersedia di dapur," kata Martin.
Martin juga mengingatkan untuk sistem alarm dan kamera pengawas berfungsi dengan baik. Periksa baterai alarm, koneksi kamera, dan pastikan kamera memiliki sudut pandang yang optimal untuk memantau area penting seperti pintu masuk, garasi, dan jendela.
Gunakan UPS (Uninterruptible Power Supply) untuk memastikan sistem keamanan tetap aktif meskipun terjadi pemadaman listrik.
"Momen mudik Lebaran merupakan momen penting yang dinanti banyak keluarga di Indonesia, jangan sampai keistimewaan momen ini terganggu karena potensi kebakaran," katanya.
Baca Juga:Wagub Rano Karno Sebut akan Revitalisasi Sejumlah Puskesmas di Jakarta