Kesehatan Mental: 7 Kiat Menghadapi Rasa Kecewa saat Harapan Tak Sesuai Kenyataan

Banyak orang mencoba menyangkal rasa kecewa dengan berpura-pura tegar

Muhammad Yunus
Selasa, 03 Juni 2025 | 20:28 WIB
Kesehatan Mental: 7 Kiat Menghadapi Rasa Kecewa saat Harapan Tak Sesuai Kenyataan
Ilustrasi seseorang bertemu dengan tenaga ahli untuk sesi terapi kesehatan mental [Suara.com/ANTARA]

SuaraJakarta.id - Rasa kecewa adalah emosi yang sangat manusiawi. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, terutama ketika harapan atau impian tidak berjalan sesuai rencana.

Apakah itu gagal masuk perguruan tinggi impian, batal menikah, atau tertinggal jauh dari pencapaian teman sebaya—semua itu bisa memicu perasaan sedih, frustasi, bahkan putus asa.

Psikolog Klinis lulusan Universitas Indonesia, Phoebe Ramadina, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kecewa adalah reaksi normal saat harapan tak sejalan dengan kenyataan.

Namun, penting bagi kita untuk mengetahui cara yang sehat dalam mengelola perasaan tersebut agar tidak berlarut-larut dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:Emosi Tak Diizinkan Bertemu Istri yang Telah Lama Pisah Ranjang, Pria di Depok Tusuk Adik Ipar hingga Tewas

Berikut 7 kiat yang bisa dilakukan untuk menghadapi rasa kecewa, berdasarkan penjelasan Phoebe Ramadina:

1. Akui dan Beri Ruang untuk Merasakan Emosi

Langkah pertama dan terpenting dalam menghadapi rasa kecewa adalah mengakui perasaan yang muncul.

Banyak orang mencoba menyangkal rasa kecewa dengan berpura-pura tegar, padahal itu justru bisa memperpanjang proses pemulihan emosional.

“Dengan memberi ruang pada emosi, baik yang nyaman maupun tidak nyaman, kita akan lebih mudah menerima kenyataan dan tidak tenggelam dalam penyangkalan,” ujar Phoebe saat dihubungi ANTARA, Selasa 3 Juni 2025.

Baca Juga:Sampoerna School System Ajak Para Guru dan Pengajar Lebih Sadar Kesehatan Mental

Mengenali emosi secara jujur akan membantu seseorang lebih cepat bangkit dan memetakan langkah selanjutnya.

2. Hindari Membandingkan Diri Secara Tidak Sehat

Salah satu penyebab utama munculnya rasa kecewa adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Kita sering kali hanya melihat "hasil akhir" orang lain, tanpa memahami proses panjang dan tantangan yang mereka lalui.

Phoebe menyarankan untuk fokus pada perjalanan pribadi dan perkembangan diri, alih-alih terus mengukur pencapaian dengan standar eksternal.

“Setiap orang punya garis waktunya masing-masing. Yang penting adalah kita tetap bertumbuh,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini