- Mayoritas ulama menyatakan pembayaran utang puasa Ramadan (qadha) wajib didahulukan daripada puasa sunnah Syawal.
- Kewajiban puasa Ramadan didahulukan karena ibadah wajib memiliki prioritas lebih tinggi dibanding amalan sunnah.
- Pendapat minoritas membolehkan puasa Syawal dulu jika khawatir waktu habis, namun utang puasa tetap harus ditunaikan.
Pastikan utang puasa tetap diselesaikan sebelum Ramadan berikutnya. Pendekatan ini memberikan keseimbangan antara menjalankan kewajiban dan meraih keutamaan sunnah.
Perdebatan mengenai puasa qadha dan puasa Syawal bukanlah hal baru. Namun, prinsip utamanya tetap sama: dahulukan yang wajib sebelum yang sunnah.
Meski terdapat perbedaan pendapat, memahami dasar dan penjelasan ulama dapat membantu mengambil keputusan dengan lebih tenang dan yakin.
Apakah harus bayar utang puasa dulu sebelum puasa Syawal?
Baca Juga:Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota
Jawaban: Ya, mayoritas ulama menganjurkan mendahulukan utang puasa (qadha) karena hukumnya wajib, sedangkan puasa Syawal bersifat sunnah.
Kenapa utang puasa harus didahulukan?
Jawaban: Dalam kaidah fikih, ibadah wajib lebih utama dibandingkan sunnah. Puasa Ramadan termasuk kewajiban yang harus disempurnakan terlebih dahulu.
Apakah boleh puasa Syawal dulu baru bayar utang puasa?
Jawaban: Boleh menurut sebagian ulama, terutama jika khawatir tidak sempat menjalankan puasa Syawal sebelum bulan Syawal berakhir. Namun, utang puasa tetap wajib dilunasi setelahnya.
Baca Juga:Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini
Apakah bisa niat puasa Syawal sekaligus qadha?
Jawaban: Sebagian ulama tidak membolehkan penggabungan niat karena keduanya memiliki tujuan berbeda (wajib dan sunnah). Namun, ada juga pendapat yang membolehkan dengan catatan tertentu.
Berapa batas waktu membayar utang puasa?
Jawaban: Qadha puasa dapat dilakukan hingga sebelum datangnya Ramadan berikutnya. Namun, tidak dianjurkan menunda tanpa alasan yang jelas.
Apa keutamaan puasa Syawal?
Jawaban: Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan besar, yakni seperti berpuasa sepanjang tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi.