- Aktivitas lari bagi kalangan anak muda di Jakarta kini telah bertransformasi menjadi gaya hidup urban yang sangat populer.
- Berbagai merek sepatu lari lokal mulai mendominasi lintasan lari di Jakarta berkat desain estetik dan kualitas yang mumpuni.
- Runner urban kini lebih memilih produk lokal karena dianggap mampu merepresentasikan identitas diri serta mendukung penampilan sehari-hari mereka.
Banyak runner muda menyukai seri Hyper karena desainnya cukup clean dan mudah dipadukan dengan outfit olahraga maupun casual.
6. Ardiles Retro Sport
Brand Ardiles mulai kembali dilirik karena tren retro yang sedang naik.
Nuansa vintage pada beberapa model mereka justru dianggap unik dan berbeda dibanding sepatu running modern yang terlalu futuristik.
7. Eagle Urban Run
Eagle juga mulai kembali muncul di komunitas running Jakarta.
Baca Juga:Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
Model-model terbaru mereka punya tampilan sporty minimalis yang cocok untuk easy run maupun aktivitas harian.
Running dan “Skena” Kini Sulit Dipisahkan
Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia running sekarang semakin dekat dengan kultur lifestyle urban. Orang tidak hanya memilih sepatu karena performa, tetapi juga karena desain, vibe komunitas, tampilan di media sosial
hingga kesan eksklusif.
Tidak heran kalau beberapa model lokal mulai diburu layaknya sneakers lifestyle.
Kalau dulu brand lokal sering dipandang sebelah mata, sekarang situasinya mulai berubah. Banyak runner muda Jakarta justru merasa brand lokal lebih cocok dengan gaya berpakaian dan budaya komunitas mereka.
Baca Juga:Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Selain lebih terjangkau, desainnya juga terasa lebih dekat dengan karakter anak urban masa kini. Di tengah ramainya tren running Jakarta, sepatu lokal kini bukan lagi sekadar alternatif murah.
Beberapa model bahkan mulai berubah menjadi simbol gaya hidup dan bagian dari kultur komunitas urban.
Dan melihat semakin seringnya brand lokal muncul di lintasan lari hingga coffee shop Jakarta, tren ini tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat.