- Anak gajah sumatera bernama Yuna mati di PLG Saree Aceh pada Selasa (11/8) akibat dugaan serangan virus EEHV.
- BKSDA Aceh mengambil sampel organ untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab kematian Yuna secara pasti.
- Petugas segera melakukan uji medis terhadap gajah anakan lain di bawah usia 14 tahun untuk mengantisipasi penyebaran virus.
SuaraJakarta.id - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan kematian seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh.
Anak gajah betina berusia dibawah tiga tahun itu diduga mati akibat serangan Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), virus yang dikenal rentan menyerang anak gajah.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan Yuna, anak gajah dari induk Gajah Suci, menghembuskan napas terakhir pada Selasa (11/8) malam setelah kondisi kesehatannya menurun secara cepat.
"Kondisi Yuna drop sangat cepat, yang berdasarkan diagnosa awal dipicu oleh serangan virus mematikan bagi anak gajah. Secara makroskopis, gejalanya terlihat dari pembengkakan wajah, mata merah, dan mukosa lidah kebiruan, serta perubahan mikroskopis berupa pendarahan (hemoragik) pada organ pencernaan dalam. Untuk mempertegas penyebab pasti berpulangnya Yuna, kami telah mengambil sampel organ guna pengujian laboratorium lebih lanjut," kata Ujang, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga:BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat BRILink Agen, Sosok di Sumatera Utara Ini Jadi Inspirasi
Berdasarkan diagnosa awal medis, jelasnya, peristiwa berpulangnya Yuna diduga kuat akibat serangan EEHV, jenis virus mematikan yang sangat rentan menyerang anak gajah.
Kondisi Yuna Memburuk dalam Hitungan Jam
Kematian Yuna menjadi perhatian karena kondisi kesehatan anak gajah tersebut sebelumnya masih terpantau baik. Pada Selasa pagi hingga siang hari, Yuna masih aktif beraktivitas seperti biasa.
Perubahan kondisi baru terlihat sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, mahout atau pawang gajah mendapati Yuna dalam keadaan lemas, mata bengkak dan merah, wajah membengkak, serta lidah pucat membiru.
Tim dokter hewan BKSDA Aceh bersama mahout kemudian segera memberikan tindakan medis darurat berupa pemberian cairan infus dan multivitamin.
Baca Juga:Puncak Arus Balik 28-29 Maret, Baru 36 Persen Kendaraan Menyeberang dari Sumatera ke Jawa
Namun, kondisi kesehatan Yuna terus menurun secara drastis. Anak gajah tersebut kemudian terjatuh lemas dan nyawanya tidak tertolong pada pukul 20.48 WIB.
Tim medis selanjutnya melakukan prosedur nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemakaman yang selesai pada pukul 00.30 WIB dini hari.
Yuna Sebelumnya dalam Kondisi Sehat
Sebelum kejadian, kondisi kesehatan Yuna berada dalam pemantauan rutin harian dan evaluasi berkala setiap tiga bulan.
Hasil pemeriksaan medis terakhir pada Juni 2026 menunjukkan Yuna dalam keadaan sehat dengan nilai Body Condition Index Score (BCIS) 5,5. Nilai tersebut berada dalam skala ideal gajah jinak, yakni 5–7.
Dalam dua hari sebelum peristiwa tersebut, tidak ditemukan indikasi gejala sakit maupun penurunan kondisi fisik Yuna.