- Sekolah Katolik Chevalier PIK2 menyediakan fasilitas akademik dan nonakademik terintegrasi untuk mendukung pembentukan karakter siswa.
- Pihak sekolah menerapkan konsep green school dengan menyediakan 40 persen area hijau untuk kegiatan berkebun siswa.
- Kepala Sekolah FX Budijuwono mengajak orang tua mengunjungi langsung fasilitas dan suasana belajar sekolah tersebut pada Selasa (29/9/2026).
Konsep tersebut telah diperhitungkan sejak pembangunan sekolah. Publikasi perusahaan menyebut sekitar 40 persen area Sekolah Katolik Chevalier PIK2 direncanakan sebagai ruang hijau.
Taman, kebun, dan area terbuka kemudian dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan siswa. Selain itu, program pembelajaran mencakup pengembangan sains, seni, olahraga, dan pembelajaran bilingual.
Dengan konsep tersebut, kegiatan belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Siswa juga mendapatkan kesempatan untuk beraktivitas dan belajar melalui lingkungan sekitar sekolah.
Dorong Orang Tua Melihat Lingkungan Sekolah
Lokasi Sekolah Katolik Chevalier PIK2 di kawasan PIK2 dan dekat Milenial Park juga menjadi salah satu pilihan bagi keluarga yang tinggal di kawasan tersebut dan sekitarnya.
Baca Juga:Tarif Masuk Ragunan Diwacanakan Naik Jadi Rp10 Ribu, Fasilitas dan Keamanan Jadi Sorotan
Budijuwono mengajak orang tua yang sedang mencari sekolah untuk datang dan melihat langsung lingkungan pendidikan yang tersedia sebelum menentukan pilihan.
“Tidak usah ragu-ragu untuk datang bertanya dan melihat Sekolah Katolik Chevalier,” ujarnya.
Menurut dia, kunjungan langsung dapat memberikan gambaran kepada orang tua mengenai suasana kelas, fasilitas yang tersedia, serta interaksi antara guru dan siswa.
“Suasana hijau, kelas yang segar, guru-guru yang ramah, dan juga bersedia selalu menolong,” katanya.
Budijuwono menegaskan, seluruh fasilitas dan program yang dikembangkan sekolah pada akhirnya diarahkan untuk mendukung tujuan pendidikan secara menyeluruh.
Baca Juga:PTUN Jakarta Tolak Gugatan PKPI, PERKAPI Tegaskan Status Hukumnya Sah
“Bukan hanya sekadar untuk pandai, tetapi juga membina karakternya,” tutupnya.