Scroll untuk membaca artikel
Bangun Santoso | Fakhri Fuadi Muflih
Kamis, 10 September 2020 | 05:25 WIB
Gubernur DKI Jakata Anies Baswedan memberikan keterangan terkait penanganan virus corona di Jakarta. (Youtube BNPB Indonesia)

Saya ingin tunjukkan grafiknya, di sini boleh kita perhatikan, ini adalah jumlah orang yang dirawat di tempat isolasi kita, dari gambar ini kita saya ingin berilustrasi ketika kasusnya mulai muncul di awal Maret, angka mulai bergerak tambah.

Pada tanggal 16 Maret kita melakukan penutupan sekolah, penutupan perkantoran, penutupan kegiatan umum, tempat-tempat umum dalam waktu dua minggu kemudian jumlah kasus yang harus dirawat mengalami perlambatan, asalnya meningkat lalu dia mulai rata. Sampai dengan Juni kita mulai pembatasan, lalu PSBB mulai 10 April.

Apa yang terjadi? Di sini mulai terjadi pelandaian, kita landai di sini, kemudian kita memasuki masa transisi dan apa yang terjadi? Secara bertahap terutama di bulan Agustus kita mulai menyaksikan peningkatan jumlah kasus, ini presentase dari tempat tidur isolasi yang digunakan naik. Ini ambang batasnya, 4.053, bila situasi ini berjalan terus tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki bisa dibuat proyeksi tanggal 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh, dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien covid lagi, dan ini waktu yang tinggal sebentar.

Kami di Pemprov DKI setiap waktu terus menambah rumah sakit swasta yang bisa terlibat untuk menaikkan kapasitas, kita insya Allah akan meningkatkan lagi 20 persen. Sehingga menjadi 4.807.

Baca Juga: Jakarta PSBB Total, Semua Tempat Hiburan Ditutup Kembali

Tapi saya harus garis bawahi menaikkan tempat tidur menaikkan jumlahnya itu bukan sekedar menyediakan tempat tidurnya, tapi memastikan ada dokternya, memastikan ada perawatnya, memastikan ada alat pengamannya, memastikan ada obat-obatannya, memastikan ada seluruh alat pendukungnya.

Jadi, menaikkan kapasitas menjadi 4.800-an itu, bila tidak disertai dengan pembatasan penularan secara ketat seperti sekarang ini, maka tempat tidur itu pun akan penuh di pekan ke dua Oktober.

Jadi saya ingin menggaris bawahi di sini, bila kita naikkan 20 persen jadi 4.807, ini tercapai insya Allah tanggal 6 Oktober. Naik terus trennya kita akan ketemu masalah baru, karena itu, ya jangka pendek kita akan terus meningkatkan kapasitas. Tapi, juka tidak ada pembatasan ketat, maka ini hanya sekedar mengulur waktu, dalam kurang dari 1 bulan rumah sakit akan kembali penuh

Ini untuk tempat tidur isolasi di rumah sakit kasus sedang, yang berat membutuhkan ICU. Ini saya ingin tunjukkan data ICU kita, situasinya tidak lebih baik. Di sini, kalau kita perhatikan kapasitas ICU kita ada 528 tempat tidur bila kenaikan yang berjalan terus sejak Agustus sampai Septemebr ini selama bulan Agustus meningkat drastis trennya akan naik terus, maka 15 September akan penuh. Kita coba tingkatkan 20 persen jadi 636 dan itu pun nanti akan mulai penuh di sekitar tanggal 25 September.

Jadi, meskipun kita mendorong peningkatan kapasitan rumah sakit kita, tapi jumlah kasus aktif di Jakarta pertambahannya lebih cepat dariupada pertambahan kapasitas tampung untuk pelayanan rumah sakit, baik tempat tidur maupun ICU.

Baca Juga: PSBB Total Akan Kembali Diterapkan, Makanan Restoran Hanya Boleh Dibungkus

Jadi, dari tiga data ini, angka kematian, keterpakaian tempat tidur isolasi, keterpakaian ICU khusus Covid, menunjukkan bahwa situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat.

Load More